pasfmpati.com, Pati Trangkil; Pendidikan adalah kunci untuk mengubah masa depan anak-anak agar lebih baik dan penuh harapan. Masyarakat perlu lebih bijak dalam menanggapi informasi agar tidak terburu-buru dalam menilai suatu kejadian.
Viralnya bocah yang kepergok mencuri pisang di Desa Gunungsari, Pati, menarik perhatian warganet. Berbagai bantuan mulai berdatangan ke rumah pelaku, termasuk dari utusan Gus Miftah.
Kedatangan perwakilan Pesantren Ora Aji bertujuan memberikan santunan dan tawaran pendidikan gratis. Pelaku serta adiknya diberikan kesempatan melanjutkan sekolah hingga jenjang perguruan tinggi tanpa biaya.
Ketua Yayasan Pesantren Ora Aji, Dwi Yudha Danu, menyampaikan harapannya bagi masa depan pelaku. “Abah sangat sedih apabila anak muda putus sekolah, karena mereka adalah penerus bangsa yang harus didukung.”
Beredarnya informasi bahwa pelaku mencuri demi makan bersama adiknya ternyata tidak sepenuhnya benar. Fakta menunjukkan ia diasuh oleh kakek-nenek yang tergolong cukup secara ekonomi.
Kapolsek Tlogowungu, AKP Mujahid, menegaskan prioritas utama adalah pendidikan pelaku. “Yang paling penting anak tersebut bisa kembali sekolah agar memiliki masa depan lebih baik,” ujarnya.
Informasi yang beredar di media sosial menyebut pelaku kekurangan makan dan terabaikan oleh warga. Namun, pemerintah desa dan keluarga sebenarnya sudah memberikan dukungan untuk mencukupi kebutuhannya.
Kisah ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam menanggapi informasi yang beredar. Dukungan pendidikan bagi pelaku diharapkan dapat mengubah masa depannya menjadi lebih cerah.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

