pasfmpati.com, Pati Sukolilo; Puluhan warga Desa Sukolilo melakukan aksi damai menuntut penutupan tambang yang diduga beroperasi tanpa izin. Mereka tergabung dalam gerakan “Sukoli Bangkit” sebagai bentuk perlawanan terhadap kerusakan lingkungan.
Slamet, perwakilan warga, menyebut kerusakan alam akibat tambang telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penindakan. “Kesabaran kami memuncak, aparat penegak hukum seharusnya segera menutup tambang ilegal yang merusak lingkungan.Kalau hujan, sawah dan rumah kami kebanjiran, kalau kemarau, air bersih makin sulit,”* tambah Slamet.
Di sisi lain, Sukiran, salah satu pemilik tambang, menolak disebut ilegal dan mengklaim sudah mengurus perizinan. “Saya keluarkan delapan ratus juta untuk izin, tinggal menunggu proses penyelesaiannya,” ujar Sukiran kepada wartawan.
Ia menyatakan kesediaannya menghentikan aktivitas tambangnya jika penutupan diberlakukan secara merata di seluruh wilayah.(*)
9 Juli 2026
Pati, Juwana; Sebanyak 1.063 botol arak Bali disita petugas Polsek Juwana dari sebuah bus antarkota yang melintasi Kecamatan Juwana. Ribuan…
