pasfmpati.com, Pati Kota; Presiden Prabowo Subianto menanggapi tarif impor AS dengan relaksasi TKDN dan penghapusan kuota impor nasional. Langkah ini dinilai positif oleh anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo dalam membangkitkan perdagangan domestik.
Firman menilai penghapusan kuota mampu membuka pasar dan sekaligus mengikis praktik mafia impor dalam negeri. Menurutnya, permainan kuota impor selama ini berdampak langsung pada fluktuasi harga komoditas tertentu.
“Saya apresiasi semangat Pak Prabowo, karena beliau tahu ada permainan kuota dalam sistem perdagangan nasional,” ujarnya. Ia menyebut pembatasan kuota justru menghambat masuknya bahan baku penting bagi industri dalam negeri.
Ia mencontohkan industri tekstil yang sangat bergantung pada bahan baku impor seperti benang, serat, dan kapas. Jika kuota tetap diberlakukan, industri tekstil kesulitan menjaga produktivitas dan efisiensi usaha mereka.
Politisi Golkar itu juga menegaskan bahwa kuota impor menurunkan daya saing dan menambah biaya produksi. “Supply chain kita belum siap, TKDN dipaksakan, akhirnya industri dalam negeri tidak bisa bersaing,” jelas Firman.
Namun Firman memberi catatan penting, bahwa penghapusan kuota impor tidak berlaku untuk sektor pertanian dan perikanan. Ia menilai kedua sektor ini butuh perlindungan khusus demi menjaga kesejahteraan petani dan nelayan lokal.
“Kalau sektor pertanian bebas impor, petani akan sulit bertahan karena belum bisa bersaing secara ekonomi,” ungkapnya. Firman yakin Prabowo akan bijak dan berpihak pada rakyat dengan selektif membuka keran perdagangan global.(*)
9 Juli 2026
Pati, Juwana; Sebanyak 1.063 botol arak Bali disita petugas Polsek Juwana dari sebuah bus antarkota yang melintasi Kecamatan Juwana. Ribuan…
