pasfmpati.com, Pati Kota; Indonesia mencatat lonjakan produksi jagung signifikan pada triwulan pertama tahun 2025 dibandingkan tahun lalu.
Berdasarkan survei KSA Jagung BPS Februari 2025, produksi JTKP mencapai 9.032.262 ton meningkat pesat.
Peningkatan produksi ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan sektor swasta.
Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan aktif menggerakkan kelompok tani menanam jagung secara masif terintegrasi.
Selain itu, Polri mengawal Perum Bulog dalam menyerap hasil produksi jagung sesuai harga nasional yang ditetapkan.
Harga pembelian jagung di tingkat petani sebesar Rp5.500,00 per kilogram sesuai ketetapan Badan Pangan Nasional.
Dalam Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) 28 April 2025, kegiatan dilaksanakan gabungan daring dan luring nasional.
Kegiatan tersebut dipimpin Irjen Pol. Anwar, Irjen Suwondo Nainggolan, Irjen Edy Murbowo, dan Brigjen Langgeng Purnomo.
Kapolri melalui Irjen Pol. Anwar mengapresiasi seluruh jajaran Polri yang aktif mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Jika produksi terus meningkat, Indonesia bisa mencapai swasembada jagung tahun ini,” tegas Irjen Pol. Anwar bangga.
Kapolri juga berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas kepercayaannya melibatkan Polri sebagai mitra strategis.
Kerja sama lintas sektor pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat terbukti meningkatkan produksi pangan nasional.
Lonjakan produksi berdampak pada kapasitas gudang penyimpanan yang saat ini mengalami kekurangan serius di lapangan.
Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan menjelaskan Polri menyiapkan gudang sementara untuk tampung hasil panen jagung.(*)



