pasfmpati.com, Pati Kota ; Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyoroti orientasi kebijakan kehutanan yang masih dominan pada aspek keuntungan finansial. Ia menegaskan pentingnya menempatkan fungsi ekologis hutan sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pengelolaan.
Firman menilai BUMN seperti Perhutani seharusnya lebih fokus pada pelestarian lingkungan daripada mengejar target pendapatan tahunan. Menurutnya, nilai ekologis dari keberlanjutan hutan jauh lebih besar daripada sekadar hitungan angka keuntungan.
“BUMN seperti Perhutani tidak bisa dipaksa mengejar profit. Tugas utama mereka menjaga keseimbangan alam dan lingkungan,” tegas Firman. “Ekosistem yang sehat akan memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat dan generasi mendatang,” tambahnya.
Ia juga mengkritisi kewajiban penyetoran margin profit oleh Perhutani yang mengelola hutan jati dengan keterbatasan jenis tanaman. Kondisi ini dianggap tidak seimbang dengan beban tugas konservasi yang seharusnya lebih diutamakan negara.
Firman menyoroti ancaman kerusakan ekosistem akibat alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian yang terus meningkat. Kebijakan tersebut menurutnya keliru karena merusak kawasan lindung yang penting bagi keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, Firman mendesak transparansi atas dana reboisasi dan PNBP kehutanan yang belum maksimal mendukung pemulihan hutan. Ia meminta dana tersebut digunakan menanam pohon tegakan sebagai solusi nyata memulihkan kerusakan ekologis nasional.(*)

12 Juli 2026
Rembang, Kota; Sekitar 400 masyarakat menghadiri sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan Cabang Pati bersama Komisi…


