pasfmpati.com, Pati Kota : PMI Kabupaten Pati terus berkomitmen menyediakan stok darah yang cukup dan aman bagi mereka yang membutuhkan. Lewat aksi kemanusiaan, PMI hadir ke berbagai tempat—perusahaan, perkantoran, sekolah, hingga komunitas—untuk memudahkan masyarakat berdonor darah.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Pati, Syafaati, menjelaskan syarat menjadi pendonor sangat mudah.
“Syarat menjadi pendonor sangat mudah. Usia minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kilogram, dan dalam kondisi sehat. Tidak sedang minum obat.”, tuturnya saat diwawancarai di kantor UTD PMI Pati Selasa (17/06/2025).
Setiap darah yang didonorkan akan diperiksa secara menyeluruh, melalui dua tahap penting yaitu screening awal dan uji laboratorium. Semua demi memastikan darah steril dari HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis.
“Untuk donor darah itu ada screening awal. Screening awal itu lewat pendahuluan di mana pendahuluan itu ada beberapa kriteria tadi yang saya sebutkan sudah makan belum, mengkonsumsi obat atau tidak itu screening awal ya untuk screening laboratnya setelah donor darah itu diambil darahnya itu harus melalui screening. Screening namanya laborat ya, IMLTD namanya ya”, tambahnya.
Seperti Erlina Wahyuningsih, pendonor aktif yang kini rutin berdonor sejak usia 39 tahun. Awalnya takut, tapi setelah mencoba, justru tubuh terasa lebih segar.
“Awalnya saya kira akan sakit… ternyata tidak. Badan malah terasa ringan, segar… seperti habis terapi”, tutur Erlina.
Kini, Erlina tidak hanya rutin donor. Ia juga aktif mengajak orang lain untuk ikut berbagi kebaikan.
“Saya menghadapi betul-betul kalau darah kita orang-orang yang sehat ini sangat berarti bagi pasien yang membutuhkan”, tambahnya.
Mari kita bantu sesama. Ayo, donor darah hari ini. Karena setetes darah Anda, adalah harapan bagi hidup seseorang. (Tim Liputan PPL UIN Sunan Kudus – melaporkan)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

