pasfmpati.com, Kota ; Program perhutanan sosial kini menjadi model kolaborasi efektif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek), peserta dibekali wawasan tentang pengelolaan hutan yang produktif dan berwawasan lingkungan.
Wakil Ketua Fraksi MPR RI dan anggota DPR RI H Firman Soebagyo menyebut, perhutanan sosial muncul sebagai solusi atas maraknya kerusakan kawasan hutan. “Kami ingin masyarakat ikut mengelola hutan dengan rasa memiliki agar tidak lagi terjadi perusakan,” ujarnya dalam kegiatan bimtek di Pati.
Ia menjelaskan, kebijakan ini memungkinkan masyarakat menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi yang sekaligus menjaga ekosistem. “Jenis tanaman seperti durian, alpukat, dan mangga terbukti mampu mendukung konservasi sambil menambah penghasilan warga,” jelasnya.
Bimtek ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan pengelola hutan rakyat. Peserta diarahkan untuk menanam pohon keras dan buah-buahan, bukan tanaman semusim seperti jagung atau singkong yang rentan merusak tanah.
Kepala Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Saman, menyatakan bahwa masyarakatnya telah merasakan dampak positif dari program ini. “Sejak menerima izin kelola dari Kementerian LHK tahun 2018, produktivitas lahan meningkat dan hasilnya mencapai ratusan juta per hektare,” ungkapnya.
Ia menilai, keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga hutan. “Perhutanan sosial membuat kami memahami bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan,” pungkas Saman optimistis.(*)

18 Mei 2026
Pati, Winong; Program nonfisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati memperluas layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Godo Kecamatan Winong. Kegiatan…


