pasfmpati.com, Batangan; Tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, kembali jebol meski baru beberapa hari selesai diperbaiki. Longsor sepanjang sekitar sepuluh meter itu muncul setelah hujan deras memicu banjir yang menghantam sisi luar tanggul.
Kerusakan terjadi di dua titik berbeda dengan total panjang mencapai sekitar dua puluh lima meter. Bagian dasar tanggul tampak habis tergerus arus sungai, sementara tanah yang belum cukup padat membuat struktur di atasnya mudah runtuh. Kondisi ini membuat warga kembali cemas, terutama menyambut puncak musim hujan akhir November.
“Dasar tanggulnya tergerus banjir, jadi yang di atas ikut amblas. Padahal baru selesai dibangun sekitar lima hari lalu,” ujar Parwi, warga Ketitangwetan, saat ditemui di lokasi. Menurutnya, kerusakan semacam ini kerap berulang setiap musim hujan tanpa solusi jangka panjang.
Di lapangan, beberapa bagian tanggul terlihat retak, terbelah, dan material longsoran berserakan di sekitar bantaran sungai. Warga terus memantau perkembangan dengan merekam kondisi terbaru menggunakan ponsel, khawatir longsoran berikutnya terjadi sewaktu-waktu.
BNPB menyatakan penanganan yang dilakukan merupakan langkah darurat untuk menahan kerusakan lebih besar. Deputi Bidang Penanganan Darurat, Tiurma Wansyahalinda Lubis, menyebut pembangunan permanen baru akan mulai dikerjakan pada 2026. “Kami mulai pasang cerucuk bambu dan karung tanah sebagai tanggul sementara,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).
Warga berharap perbaikan darurat kali ini lebih kokoh, setidaknya mampu bertahan hingga musim hujan berakhir.(*)

18 Mei 2026
Pati, Winong; Program nonfisik TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati memperluas layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Godo Kecamatan Winong. Kegiatan…


