pasfmpati.com, Kota; Kabupaten Pati terus menghadapi tekanan kemiskinan meski berbagai program percepatan pembangunan desa telah dijalankan serius secara konsisten tahun. Evaluasi berkelanjutan menunjukkan kebutuhan penguatan layanan dasar desa untuk memastikan penanganan kemiskinan berjalan lebih efektif bagi seluruh masyarakat.
Bupati Sudewo menegaskan pembangunan desa harus mengakomodasi peran Posyandu dalam enam standar pelayanan minimal terukur demi percepatan kesejahteraan. Menurutnya integrasi layanan dasar menentukan kualitas perencanaan desa yang berdampak langsung pada keberhasilan pembangunan nasional setiap periode evaluasi.
Sudewo menilai keberhasilan nasional mustahil dicapai tanpa pencapaian indikator desa yang konsisten dan berbasis evaluasi akurat setiap tahun. Ia menekankan kewajiban desa menerapkan regulasi kementerian secara disiplin agar target layanan dasar tercapai sesuai ketentuan yang berlaku.
Masalah sampah disebut menjadi hambatan serius karena memicu banjir akibat kebiasaan masyarakat membuang limbah secara sembarangan di sungai. Menurut Sudewo perilaku tersebut mengancam keamanan lingkungan dan menghambat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa pada setiap musim hujan.
Ia menyampaikan penurunan kemiskinan mencapai 8,24 persen berdasarkan data BPS namun tetap memerlukan kerja kolaboratif menyeluruh bagi seluruh wilayah. “Penurunan ini karena kerja keras tetapi kami belum puas menghadapi tantangan besar berikutnya,” ujar Sudewo menegaskan hal tersebut.
Ia meminta desa pilot project bekerja optimal agar mampu menjadi model percepatan pengentasan kemiskinan bagi wilayah lainnya di. “Peran Posyandu sangat penting sehingga seluruh pembina wajib menggerakkan warga menuju perilaku sehat dan pendidikan baik,” katanya hari.(*)

29 Mei 2026
Pati, Kota; Ribuan massa Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) memperingati Hari Anti Tambang Nasional dengan aksi long march dari…


