pasfmpati.com, Kota; Revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Pati menunjukkan wajah baru sekolah yang lebih aman nyaman dan siap belajar. Program ini menjadi momentum percepatan kualitas pendidikan sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi bangunan sekolah yang menua.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti menyatakan seluruh bantuan revitalisasi tahun 2025 telah rampung dimanfaatkan sekolah. Ia menegaskan program mencakup ruang kelas baru laboratorium perpustakaan serta fasilitas sanitasi sebagai prioritas nasional pendidikan.
“Seluruh bantuan revitalisasi tahun 2025 sudah selesai seratus persen dan kini dimanfaatkan meningkatkan kebutuhan pendidikan di Kabupaten Pati,” ujarnya. “Revitalisasi bervariasi mulai ruang kelas laboratorium perpustakaan hingga toilet karena menjadi prioritas Presiden untuk kenyamanan belajar,” tambahnya usai meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se Kab Pati PHTC Presiden Prabowo Subiyanto di SMPN 8 Pati, Minggu kemarin, 12 April 2026.
Ia juga memastikan pemerintah pusat menyiapkan tambahan anggaran tahun 2026 dengan fokus sekolah daerah tertinggal dan rusak berat. Nilai anggaran mencapai sekitar sebelas koma empat miliar rupiah dengan prioritas wilayah bencana serta daerah kategori tertinggal.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh kondisi bangunan sekolah pasca insiden robohnya gedung SD. Ia menyebut pemerintah daerah akan membentuk tim khusus untuk memetakan kerusakan serta kelayakan seluruh fasilitas pendidikan.
“Kami akan bentuk tim mengecek seluruh sekolah karena masih banyak bangunan lama yang perlu perhatian serius segera,” tegasnya. “Peristiwa robohnya gedung akibat hujan deras menjadi peringatan penting agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.
Di tingkat sekolah manfaat revitalisasi dirasakan langsung oleh tenaga pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar sehari hari. Kepala SMPN 1 Gembong Istianah menyebut kondisi sekolahnya kini jauh lebih layak dibanding sebelumnya yang memprihatinkan.
“Dulu kondisi sekolah sangat mengenaskan tetapi sekarang pembelajaran menjadi lebih aman nyaman dan kondusif bagi siswa,” katanya. “Perbaikan meliputi lantai dinding atap hingga pembangunan laboratorium komputer toilet dan ruang UKS beserta perabotnya,” jelasnya.
Revitalisasi di SMPN 1 Gembong mencakup pembongkaran total struktur lama yang telah berdiri sejak tahun delapan puluhan. Anggaran sebesar tiga koma tiga miliar rupiah mampu menuntaskan seluruh ruang kelas serta fasilitas pendukung lainnya.
Program ini juga terintegrasi dengan digitalisasi pendidikan melalui distribusi perangkat teknologi serta pelatihan guru secara nasional. Menteri Abdul Mu’ti menyebut ratusan ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Dengan sinergi pusat dan daerah revitalisasi tidak hanya memperbaiki fisik bangunan tetapi juga memperkuat kualitas proses pembelajaran. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman modern dan berdaya saing di masa depan.(*)

1 Juni 2026
Pati, Juwana; Aksi cepat warga Desa Growong Kidul menyelamatkan bayi laki-laki yang ditemukan dalam tas belanja siang. Bayi tersebut masih…


