Pati, Kota; Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan revolusi besar setelah FIFA menambah jumlah peserta menjadi empat puluh delapan negara dunia.
Format baru tersebut meningkatkan persaingan global sekaligus mengubah peta kekuatan sepakbola internasional yang selama ini didominasi negara tertentu. Pembina Askab PSSI Pati DR Joni Kurnianto menilai perubahan format membuat kompetisi menjadi jauh lebih ketat mendatang nanti.
Menurutnya, dua belas grup akan menciptakan tekanan tinggi sejak fase awal karena persaingan tiket gugur semakin terbuka.
“Jumlah pertandingan meningkat drastis dari enam puluh empat menjadi seratus empat pertandingan,” ujar Joni Kurnianto kepada awak media kemarin.
Ia menilai lonjakan pertandingan menghadirkan atmosfer luar biasa sekaligus membuka peluang munculnya kejutan dari negara nonunggulan dunia nantinya.
Joni juga menyoroti kemunculan negara debutan seperti Kongo yang dinilai berhasil mengguncang dominasi sepakbola kawasan Afrika modern. Sebaliknya, Italia kembali menjadi sorotan tajam setelah gagal lolos Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara berturutturut mengejutkan.
Menurut Joni, Prancis masih menjadi favorit utama juara karena memiliki kedalaman skuad muda berkualitas tinggi sangat konsisten. Ia juga menempatkan Spanyol, Argentina, Brasil, Inggris, Portugal, dan Jerman sebagai pesaing kuat perebutan gelar dunia mendatang.
“Pemain muda berbakat kemungkinan besar bermunculan dan menjadi bintang baru pada Piala Dunia 2026 nanti,” tegas Joni Kurnianto.
Ia berharap negara Asia mampu menghadirkan kejutan besar meskipun dominasi sepakbola dunia masih dikuasai kawasan Eropa sepenuhnya.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

