pasfmpati.com, Pati Sukolilo : Adanya perbedaan pendapat maupuan kesalahapahaman di antara kelompok warga masyarakat, harus mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Ini untuk meminimalkan tindakan-tindakan yang mengakibatkan korban harus dirawat rumah sakit, sementara pelaku harus berurusan dengan penegak hukum.
Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat asal Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo Siti Maudluah berharap, semua pihak bisa kembali saling legowo, dan merawat kebersamaan sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan. “Kita penginnya tetap aman, dan baik kembali persaudaraan di antara warga di seluruh Kecamatan Sukolilo. Kita harus legowo, kita sesama rakyat kecil dan rakyat yang saya wakili,” katanya.
Siti Maudluah memang menyayangkan terjadinya aksi kesalahpahaman yang terjadi antar remaja yang masih satu kecamatan. Apalagi warga di ketiga desa di Kecamatan Sukolilo itu, saling berbaur dan banyak yang menikah. “Karena warga Desa Prawoto banyak yang di Desa Wegil, maupun di Desa Wotan dan sebaliknya. Kita berharap bersama – sama membuka lembaran baru. Dan mereka yang terlibat perkara tersebut, untuk saling memaafkan. Tapi memaafkannya itu dalam tanda petik ya. Sehingga mereka bisa baik-baik kembali,” harapnya.
Menjelang tahun politik ini, legislator DPRD Pati Siti Maudluah ini berharap, warga di daerah pemilihannya untuk menjaga situasi yang kondusif serta saling menyayangi.
Beberapa pekan lalu, di Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo terjadi tindak pidana pembacokan yang mengakibatkan dua korban luka-luka. Dan 3 dari 11 pelaku kini sudah dalam penyidikan Polresta Pati.(*)
17 Juli 2026
Pati, Margorejo; MAN 1 Pati menutup Masa Ta`aruf Murid Baru (Matamuda) dengan pentas kreativitas siswa pada Jumat, 17 Juli 2026.…


