Ribuan Kapal Nelayan Juwana Bersiap Kembali Melaut

Pati, Juwana; Aktivitas nelayan di sepanjang Sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, kembali ramai setelah terhenti lebih dari tiga bulan lamanya. Kepastian harga solar nonsubsidi yang turun menjadi Rp 15 ribu per liter mendorong nelayan kembali bersiap melaut.
Nelayan Juwana sebelumnya sempat menggelar aksi demonstrasi pada awal Mei 2026 lalu menuntut penurunan harga solar nonsubsidi. Mereka saat itu meminta harga solar yang mencapai Rp 30 ribu per liter diturunkan menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 13 ribu.
Kenaikan harga solar sempat berdampak besar terhadap ribuan nelayan di Kabupaten Pati selama beberapa bulan terakhir. Mereka memilih tidak melaut karena biaya operasional dinilai tidak sebanding dengan hasil tangkapan ikan di laut.
Pemerintah akhirnya menetapkan harga solar nonsubsidi sebesar Rp 15 ribu per liter bagi nelayan pemilik kapal berukuran 30 hingga 200 GT. Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi nelayan yang selama ini terbebani ongkos melaut yang tinggi.
Suasana itu terlihat di galangan kapal Berkah Mina, Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana yang mulai dipadati aktivitas perbaikan. Para anak buah kapal terlihat sibuk memperbaiki lambung kapal dan jaring untuk persiapan melaut kembali.
Nahkoda kapal Arif menyampaikan harga solar terbaru dinilai lebih meringankan dibandingkan harga sebelumnya yang sempat menembus Rp 30 ribu. Ia mengaku nelayan kini merasa lega karena bisa kembali bekerja melaut mencari nafkah.
“Sesuai harga ikan seimbang dengan harga BBM, kemarin dari bulan Puasa sampai sekarang berhenti, belum berangkat. Insya Allah akan berangkat, biasanya enam bulan berangkat,” kata Arif saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7/2026). Ia menyebut kapal KM Bahari 6 direncanakan berangkat dengan kapasitas muatan mencapai 170 ton ikan.
Pemilik kapal Juhari mengaku sangat terbantu dengan penetapan harga solar terbaru bagi nelayan tangkap di wilayahnya. Ia membandingkan beban biaya operasional antara harga solar lama dengan harga yang berlaku saat ini.
“Dengan harga ditetapkan pemerintah sangat membantu sekali, karena harga yang ditetapkan dulu sama sekarang itu sangat terasa terutama dalam operasional ke laut. Dulu di atas Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu, sekarang Rp 15 ribu sangat membantu untuk nelayan tangkap,” jelas Juhari. Ia menambahkan kenaikan biaya sebelumnya tidak hanya berasal dari solar melainkan juga komponen operasional lain seperti perbaikan kapal.
Ketua Paguyuban Mitra Nelayan Sejahtera Eko Budiyono menyebut sekitar 1.600 kapal nelayan Juwana kini bersiap kembali melaut usai penurunan harga solar. Ia mengatakan sebagian besar kapal tengah menjalani perbaikan sebelum berangkat pada Agustus hingga September mendatang menuju perairan Papua.(agp)

Kontributor :

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial