Pati, Kota; Sembilan kecamatan di Kabupaten Pati dilanda kekeringan hingga ancam ketersediaan air bersih warga sekitar. Pemkab Pati kini menyiapkan sejumlah langkah darurat guna menangani dampak bencana kekeringan tersebut.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan anggaran Belanja Tidak Terduga tengah dirapatkan untuk droping air bersih. Ia menargetkan bantuan air dapat disalurkan hingga 48 tangki setiap hari kepada warga terdampak.
“Dari BTT harapan kami ada anggaran yang bisa kita luncurkan untuk droping ini bisa sampai 48 droping tiap hari. Ini baru kami rapatkan supaya BTT ini bisa dicairkan untuk penanganan bencana kekeringan ini,” ujar Risma Ardhi Chandra.
Risma mengungkap total wilayah terdampak kekeringan mencapai sekitar 25 hingga 30 desa se-Kabupaten Pati. Angka tersebut diperkirakan masih bertambah setelah Pemkab Pati berkoordinasi lebih lanjut dengan BPBD setempat.
Ia menambahkan bantuan CSR dari sejumlah perusahaan turut mengalir membantu penanganan krisis kekeringan warga. Risma mengungkap BPD Jateng juga telah sepakat menganggarkan bantuan tangki air untuk kecamatan terdampak.
Untuk sektor pertanian, Pemkab Pati telah bernegosiasi dengan BBWS terkait pembukaan aliran Waduk Gunung Rowo. Risma memastikan air waduk akan dialirkan ke Sungai Silugonggo mulai 15 September mendatang.
“Kami sudah bernegosiasi dengan BBWS dan alhamdulillah tanggal 15 September nanti dari waduk Kedungombo akan dibuka untuk dialirkan ke Sungai Silugonggo. Jadi masalah tanaman pangan juga kami terus berupaya supaya dampak kekeringan ini tidak berimbas ke persawahan,” kata Risma.
Risma menyebut aliran waduk tersebut diharapkan dapat menjangkau hingga wilayah Bendung Karat yang turut terdampak. Pemerintah provinsi juga telah menyatakan kesiapan membantu penanganan kekeringan di kawasan Bendung Karat tersebut.
Untuk solusi jangka panjang, Pemkab Pati berencana membangun sumur-sumur baru dengan teknologi geolistrik pada 2027. Langkah ini bertujuan menemukan titik air terdekat dari desa-desa yang selama ini terdampak kekeringan.
Risma menegaskan langkah tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air dari daerah jauh. Pemkab Pati optimistis krisis air bersih dan irigasi pertanian dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan.(*)

8 September 2026
Pati, KotaDPRD Pati memperketat syarat dan pengawasan penyaluran seratus unit becak motor bantuan presiden. Langkah ini diambil guna mencegah penyalahgunaan…


