pasfmpati.com, Pati Kota: Disdikbud Kabupaten Pati mewajibkan SMP-SMP di wilayahnya, untuk menggunakan pembayaran sistem menejemen nontunai (Cashless Management System/CMS). Pembayaran sistem nontunai ini, khususnya untuk pembelanjaan biaya operasional satuan pendidikan (BOSP).
Sekretaris Disdikbud Pati Paryanto mengatakan, mulai awal 2024, semua pembelanjaan dana BOSP ini, menggunakan manajemen dana nontunai (CMS). Selain mempermudah pembayaran dan efisien waktu, serta dan menghindari penyalahgunaan dana BOSP.
“Karena dana tunai itu rawan untuk digunakan, juga meminimalkan kehilangan uang. Karena ngambil uang dari Bank Jateng bawa duit banyak kemudian sekolahnya jauh dari bank itu kan juga resiko itu yang jelas,” katanya, di sela-sela acara pemantapan penggunaan CMS untuk pengelolaan dana BOSP bagi seluruh SMP, di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (19/2/2024).
Selain pembayaran, layanan digital ini juga memudahkan penyusunan lembar kerja peserta didik (LKPD).
Sementara Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro merasa yakin, penerapan sistem manajemen nontunai itu sudah sesuai aturan yang direncanakan. Sehingga akan memudahkan kepala dan bendahara SMP, dalam pembelanjaan bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP).
“Kita berikan apresiasi, dengan apa yang telah dilakukan ini. Terakhir bahkan dari pemeriksaan BPK sudah langsung menanyakan apa sudah diuji coba CMS tersebut, jawabnya gampang, sudah , ada 15 sekolah,” kata Henggar Budi Anggoro.
Dengan penggunaan sistem ini, kata Sekretaris Disdikbud Pati, pemanfaatan dana BOS itu bisa optimal, dan dapat memantaunya setiap saat. Untuk tingkat SD, yang kini masih uji coba, direncanakan Juli mendatang semuanya menggunakan sistem menejemen nontunai dalam pengelolaan BOSP-nya.(*)

12 Juni 2026
Pati, Kota ; Pemanfaatan kecerdasan buatan mulai memasuki ruang kelas melalui inovasi yang dikembangkan siswa MA Salafiyah Kajen. Teknologi tersebut…

