pasfmpati.com, Pati Kota: Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menyebutkan angka kasus DBD di wilayahnya dari Januari sampai Febuari 2024, terjadi 95 kasus DBD. Untuk mengantisipasi DBD ini, fogging (pengasapan) dinilai tidak efektif memberantas nyamuk aedes aegypti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia mengatakan, memberantas nyamuk yang efektif dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“PSN itu dengan 3M menguras, menutup, mengubur. Sekarang ditambah plus mungkin dengan abate, dengan kolam-kolam itu dikasih ikan, jadi jentik-jentik nyamuk dimakan ikan,” ujar dr Aviani, diwawancara di ruang kerjanya, Selasa pagi (5/3/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih sehat atau PHBS.
“Jadi untuk masyarakat umtuk mencegah supaya nyamuk aedes aegypti tidak berkembang terlalu banyak lakukanlah pemberantasan sarang-sarang nyamuk itu. Bersihkan lingkungan panjenengan, tidak hanya lingkungan rumah sendiri, tapi semuanya tidak bisa kalau satu tapi yang lainya nggak, kita harus kompak bersama-sama” ujar Kepala Dinkes Pati.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinkes Kabupaten Pati menjelaskan, selain DBD, penyakit typus dan cikungunya yang juga meningkat. Gejala penyakit ini hampir mirip dengan DBD, dan cikungunya. ( Jenny dan Widia mahasiswa PPL Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya melaporkan kabar baru PAS Pati )

12 Juni 2026
Pati, Kota ; Pemanfaatan kecerdasan buatan mulai memasuki ruang kelas melalui inovasi yang dikembangkan siswa MA Salafiyah Kajen. Teknologi tersebut…

