pasfmpati.com, Pati Kota: Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pati menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan ratusan kasus yang terdata. Hingga kini, sebanyak 889 kasus dilaporkan, dan sebanyak 108 ekor ternak dilaporkan mati.
Kabid Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi , mengonfirmasi langkah penanganan dan keterbatasan vaksin di lapangan. “Kami hanya mendapatkan 250 dosis vaksin, diutamakan untuk ternak sehat dan anak-anak yang rentan,” katanya.
Selain itu, vaksin tidak diberikan kepada ternak yang sudah terinfeksi, guna menghindari efek yang merugikan. Dispertan Pati juga terus mendorong pengobatan, sehingga sebagian besar ternak telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Peternak lokal, Darso, mengungkapkan keresahannya akibat dampak besar PMK terhadap populasi ternak di wilayahnya. “Dulu jumlah sapi saya mencapai 200 ekor, kini tersisa 70 ekor akibat wabah ini,” keluhnya.
Ia juga menyoroti harga sapi yang anjlok tajam, membuat para peternak semakin merugi secara ekonomi. “Harga jual sapi sakit hanya Rp1,5 juta, padahal biasanya bisa mencapai Rp30 juta,” tambahnya.
Pemerintah diharapkan segera mempercepat distribusi vaksin dan pengobatan, serta memberikan solusi nyata bagi peternak. Langkah kolaboratif dan cepat sangat diperlukan agar dampak wabah tidak semakin meluas.

28 Mei 2026
Pati, Kota; Anggota DPR RI Firman Soebagyo menanggapi sorotan publik tentang melemahnya fungsi pengawasan dewan akhir-akhir ini. Menurutnya, DPR tetap…


