pasfmpati.com, Pati Kota: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi ancaman serius bagi peternak di Kabupaten Pati. Penyakit ini menular cepat melalui kontak langsung, droplet, atau peralatan kandang yang terkontaminasi.
Kepala Dinas Pertanian Pati, Niken Tri Meiningrum, mengimbau langkah cepat untuk mencegah meluasnya wabah ini. Peternak diharapkan segera memisahkan ternak terinfeksi dan melaporkan kasus kepada petugas terkait. “Peternak perlu mengenali gejala PMK seperti demam tinggi, air liur berlebih, dan lepuh di mulut,” katanya.
Edukasi dilakukan melalui leaflet, media sosial, dan grup WhatsApp untuk menyebarkan langkah penanganan sederhana. Salah satunya dengan melaporkan kepada manteri kesehatan hewan yang tersebar di kecamatan-kecamatan.
Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, meminta dinas terkait segera mengambil tindakan nyata mengatasi wabah ini. Kerja sama dinas dan peternak sangat diperlukan untuk penyemprotan desinfektan dan vaksinasi.
“Kami mendukung langkah tegas dinas dalam menjaga kesehatan hewan ternak,” tambahnya.
Muslihan juga menyoroti pentingnya kebersihan kandang dan pengawasan pasar ternak untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Data Dinas Pertanian Pati mencatat, dari 889 ekor ternak yang terpapar PMK ini, yang sudah sembuh baru 25 ekor, 198 ekor dipotong paksa, dan 108 ekor mati.(*)

28 Mei 2026
Pati, Kota; Anggota DPR RI Firman Soebagyo menanggapi sorotan publik tentang melemahnya fungsi pengawasan dewan akhir-akhir ini. Menurutnya, DPR tetap…


