pasfmpati.com, Pati Kota: Sebuah cerita haru datang dari seorang pasien bernama Zubaidah (48), warga Desa Sekrangkong, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati yang mendapatkan perawatan di Puskesmas Dukuhseti pada selasa (21/01). Setelah tiga hari lamanya dirawat karena penyakit typoid, Zubaidah akhirnya mendapat kabar yang sangat dinantikan karna sore nanti, ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.
Zubaidah, yang masih tampak lemah namun penuh rasa syukur, berbagi kisah tentang pengalamannya saat dirawat di Puskesmas Dukuhseti.
“Saya tak menyangka akan secepat ini bisa pulang. Sejak hari pertama masuk, saya merasa sangat lemah, demam tinggi dan pusing yang tidak tertahankan. Tapi sekarang, berkat perawatan di sini dan dukungan Program JKN, saya bisa sembuh dan kembali sehat,” katanya dengan senyum tipis di bibirnya.
Semua bermula ketika Zubaidah merasa tidak enak badan sejak seminggu yang lalu. Awalnya, ia mengira hanya demam biasa namun semakin lama kondisinya memburuk. Setelah beberapa kali muntah, suhu badan naik dan merasa sangat lemas, ia akhirnya memutuskan pergi ke Puskesmas. Sesampainya dipuskesmas, ia langsung mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan yang bertugas dengan cepat dan berkualitas.
“Dari awal saya datang, saya sudah merasa tenang karena tahu semua biaya perawatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN. Itu yang membuat saya bisa fokus pada kesembuhan, bukan pada biaya yang harus saya keluarkan,” ujarnya.
Dokter yang memeriksanya kemudian mendiagnosis Zubaidah dengan penyakit typoid berdasarkan dari hasil pemeriksaan penunjang laboratorium, dan ia harus menjalani perawatan intensif di puskesmas selama beberapa hari. Meskipun khawatir pada awalnya, Zubaidah merasa lega karena semua berjalan lancar.
“Saat dokter menyampaikan bahwa saya harus opname, saya sempat takut. Tapi karena semua sudah ditanggung JKN, saya tidak lagi khawatir soal biayanya,” tambahnya.
Selama tiga hari dirawat, Zubaidah merasa sangat puas karna merasa diperhatikan dan di pantau pemulihan kondisi kesehatannya. Dari pemeriksaan harian oleh dokter hingga pelayanan dari para perawat, ia merasa seperti berada di tangan yang tepat.
“Setiap pagi dokter datang untuk mengecek kondisi saya, memastikan perubahan perkembangan kondisi kesehatan saya, mulai dari pemeriksaan biasa sampai dengan mengecek perubahan hasil laborat. Perawatnya juga ramah, jadi saya merasa sangat nyaman,” tuturnya sambil tersenyum menunjukkan ekspresi kebahagiaan.
Bagi Zubaidah, pengalaman ini sangat berarti. Sebagai peserta JKN, ia merasa program ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatannya terutama dalam segi finansial, mengingat pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga dan suaminya hanya sebagai petani biasa.
“Saya benar-benar berterima kasih pada Program JKN. Saya bisa mendapatkan layanan yang saya butuhkan tanpa harus membayar biaya yang besar. Bagi saya yang tinggal di desa dan mempunyai penghasilan pas-pasan, program ini benar-benar menyelamatkan dan sangat membantu saya terutama ekonomi keluarga saya,” katanya dengan nada penuh syukur.
Zubaidah juga bercerita bahwa semua proses administrasi yang ia jalani di puskesmas berlangsung dengan mudah. Tidak ada permintaan persyaratan yang aneh-aneh dari petugas puskesmas, dan hanya diminta menunjukkan kartu JKN atau KTP saja.
“Semua prosesnya cepat dan sederhana. Saya tidak mengalami kesulitan dari awal pendaftaran hingga masuk dalam bangsal perawatan di sini,” ungkapnya.
Meski tubuhnya masih dalam pemulihan, Zubaidah tampak lebih tenang dan bersyukur. Sore itu, ia akan diizinkan untuk pulang setelah tiga hari menjalani perawatan.
“Dokter bilang, kondisi kesehatan saya sudah menunjukkan perubahan yang sangat baik, ditambah lagi hasil laborat sudah normal, dan dokter berpesan agar saya harus tetap menjaga kondisi kesehatan di rumah terutama menjaga makanan yang saya makan,” ujarnya dengan senyum lega.
Dengan perasaan yang campur aduk antara senang dan bersyukur, Zubaidah bersiap untuk kembali ke rumahnya.
“Program JKN ini benar-benar memberikan kesempatan bagi orang-orang seperti saya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sangat baik. Terima kasih JKN, terima kasih BPJS Kesehatan, karena telah membantu saya dalam perjalanan pemulihan ini.”ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.(rilis_bpjs_kes_pati)



