pasfmpati.com, Kudus Kota: Bea Cukai Kudus terus memainkan peran vital dalam mendukung perekonomian dan keamanan perdagangan internasional. Sebagai institusi strategis, tugasnya mencakup pengawasan lalu lintas barang di wilayah Pati Raya.
“Kami bertanggung jawab atas pengelolaan fasilitas kepabeanan di lima kabupaten wilayah kerja,” ujar Lenni Ika Wahyudiasti, Kepala Bea Cukai Kudus. Ia menambahkan, fasilitas ini mendukung ekspor-impor untuk memacu pertumbuhan ekonomi regional.
Sepanjang 2024, 42 perusahaan memanfaatkan fasilitas kepabeanan di bawah Bea Cukai Kudus. Sebanyak 28 perusahaan kawasan berikat dan 13 industri KITE IKM menjadi penggerak utamanya.
“Kemudahan seperti pembebasan cukai dan penangguhan bea masuk sangat membantu arus kas perusahaan,” tambah Lenni. Program ini menarik bagi dunia usaha yang ingin memperluas pasar ke mancanegara.
Dalam menyemarakkan Hari Pabean Internasional 2025, Bea Cukai Kudus menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya donor darah dan apel khusus bersama mitra kerja pada 23 Januari 2025.
“Kami berkomitmen menjaga efisiensi, keamanan, dan kesejahteraan sesuai tema HPI 2025,” ujar Lenni. Ia menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan.
Keberhasilan Bea Cukai Kudus juga tercermin dari penerimaan negara pada 2024. Dari target Rp42,84 triliun, realisasi penerimaan mencapai Rp43,09 triliun atau 100,58%.
“Kami berhasil mengungkap 164 kasus cukai dengan potensi kerugian negara Rp21,18 miliar,” ungkap Lenni. Ia menambahkan, tindakan tegas dilakukan tanpa kompromi terhadap pelaku pelanggaran.
Sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, Bea Cukai Kudus juga mendukung optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Dana ini digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan penegakan hukum.(*)

28 Mei 2026
Pati, Kota; Anggota DPR RI Firman Soebagyo menanggapi sorotan publik tentang melemahnya fungsi pengawasan dewan akhir-akhir ini. Menurutnya, DPR tetap…


