pasfmpati.com, Pati Kota; Puluhan warga tergabung dalam Komunitas Sukolilo Bangkit mendatangi DPRD Pati, Senin (28/4/2025) siang.
Mereka memenuhi undangan audensi untuk menyampaikan tuntutan penutupan aktivitas penambangan di wilayah Sukolilo.
Koordinator Komunitas Sukolilo Bangkit, Slamet Riyanto, mengatakan, warga resah akibat sawah mereka tertimbun longsor.
Selain itu, hingga kini laporan warga terkait kerusakan lingkungan belum mendapat tindakan tegas dari pihak berwenang.
Komunitas menegaskan, baik penambang berizin maupun ilegal sama-sama merusak lingkungan tanpa ada upaya pemulihan.
Menurut Slamet, lahan bekas tambang dibiarkan kering kerontang tanpa penanaman kembali yang seharusnya menjadi kewajiban.
Dalam audiensi, mereka mendesak semua pelaku penambangan bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang telah terjadi.
Mereka juga menegaskan, kajian apapun ke depan tidak menghapus tanggung jawab atas kerusakan yang sudah terjadi.
Rapat audiensi antara warga, DPRD, dan dinas terkait sempat molor hingga dua jam dari jadwal semula.
Agenda yang direncanakan pukul 11.00 WIB baru bisa dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, di ruang rapat DPRD Pati.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

