pasfmpati.com, Pati Margoyoso; Mengawali masa jabatannya sebagai Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi mengambil langkah strategis dengan menjalin hubungan erat bersama para tokoh agama. Pada Selasa (29/4/2025), ia melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ulama berpengaruh di wilayah Pati sebagai bentuk komitmen membangun keamanan berbasis kemitraan.
Dalam kunjungan tersebut, AKBP Jaka menyambangi KH. Mu’adz Thohir, pengasuh Pondok Pesantren Roudhloh At Thohiriyyah di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, serta KH. Muhammad Lukman, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pati di Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu. Turut hadir mendampingi, sejumlah pejabat utama dari jajaran Polresta Pati.
Menurut AKBP Jaka, peran para kiai sangat sentral dalam menjaga stabilitas sosial dan menjadi mitra strategis dalam upaya menciptakan ketertiban di tengah masyarakat. “Kami menyadari bahwa keamanan bukan semata-mata tugas polisi, tetapi membutuhkan dukungan moral dan spiritual dari para tokoh agama,” ujarnya.
Silaturahmi ini, kata AKBP Jaka, tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan, tetapi juga bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Ia menilai, pendekatan kultural melalui tokoh agama mampu menjangkau akar permasalahan masyarakat secara lebih efektif.
Ia juga menekankan pentingnya peran ulama sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. “Kami membuka diri terhadap kritik dan saran dari para ulama demi perbaikan layanan dan membangun kepercayaan publik,” tambahnya.
AKBP Jaka berharap ulama dapat terus berkontribusi dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya persatuan, toleransi, dan hidup rukun di tengah keberagaman. Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan suasana yang aman dan damai di Kabupaten Pati.
Para ulama yang dikunjungi menyambut baik langkah ini dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Kapolresta dalam membangun sinergi untuk mewujudkan Pati yang lebih harmonis dan kondusif.(*)

26 Mei 2026
Pati, Batangan; Banjir yang merendam Desa Ketitangwetan selama tiga hari memicu ancaman kesehatan serius bagi warga Kabupaten Pati. Ratusan warga…

