pasfmpati.com, Pati Trangkil ; Harga minyak goreng di pasar tradisional Desa Trangkil mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan informasi yang kami himpun, minyak goreng mengalami kenaikan signifikan. Kami berbicara dengan Ngatini dan Paisah, dua pedagang di pasar tradisional, untuk mengetahui lebih lanjut tentang kenaikan harga minyak goreng ini.
Menurut Ibu Ngatini memberikan penjelasan tentang kenaikan harga minyak goreng. “Ada, minyak. Minyak naik,” kata Ngatini ketika ditanya tentang harga pangan yang naik. Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga minyak goreng terkait dengan pajak PBB yang naik 250% di Pati. “Ya itu aku ala harus gaada barang itu susah barangnya susah eh berangnya langkah anggih barang aku anggel-anggel barangnya ada keterkaitannya sama pajak PBB yang naik 250%” kata Ngatini.
Paisah, juga memberikan penjelasan yang sama mengenai kenaikan harga minyak goreng, harga minyak goreng naik karena kadang kosong dan dinaikkan lagi. “Bisa naik ya karena, apa lah yang ndue barang kadang kosong, bisa dinaikan kadang pun dinaikan lagi” kata Paisah.
Kenaikan harga minyak goreng ini tentu saja berdampak pada masyarakat. Mereka harus menyesuaikan anggaran belanja mereka untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih tinggi. Paisah berharap bahwa pemerintah dapat mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan harga minyak goreng sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Dengan kenaikan harga minyak goreng ini, masyarakat diharapkan dapat lebih selektif dalam membeli kebutuhan pokok. Paisah dan Ngatini berharap bahwa pemerintah dapat segera mengatasi masalah kenaikan harga sembako ini sehingga kestabilan harga dapat terjaga.(Tim Liputan PPL UIN Sunan Kudus)



