pasfmpati.com, Pati Margorejo ; Komisi IV DPR RI meninjau gudang Bulog untuk memastikan kualitas beras bantuan pangan nasional memenuhi standar pemerintah. Kunjungan ini dilakukan menyusul isu di media sosial terkait dugaan beras bantuan yang tidak layak konsumsi.
Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menyatakan hasil pengecekan menunjukkan beras impor dan lokal memiliki kualitas baik. “Broken beras impor hanya sekitar lima persen, bahkan beras medium tidak sampai dua puluh persen,” jelas Firman.
Ia menjelaskan, sebagian kecil beras berwarna kekuningan disebabkan masa simpan yang mencapai delapan hingga dua belas bulan. “Beras tersebut aman, hanya terjadi perubahan warna karena proses penyimpanan yang panjang,” ujarnya.
Firman memastikan masyarakat yang menerima beras tidak layak dapat menukarkannya ke pihak Bulog sesuai prosedur berlaku. “Kami juga mengecek berat kemasan, rata-rata sesuai lima kilogram, tidak ada pengurangan,” tegasnya.
Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah, menegaskan seluruh beras di gudang Bulog dalam kondisi layak konsumsi. “Kalau ada kerusakan akibat perlosaan swasta, itu bukan tanggung jawab Bulog, melainkan pengawasan pemerintah,” ujarnya.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jateng, Ahmad Kholisun, mengatakan pengawasan mutu dilakukan sejak penerimaan hingga penyaluran beras program pemerintah. “Kami selalu memastikan beras yang keluar dari gudang sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Firman menambahkan, DPR RI berupaya mendorong transformasi kelembagaan Bulog agar fungsi regulator dan operator dapat dijalankan optimal. “Dengan penguatan ini, program pangan nasional akan lebih terintegrasi dan tepat sasaran,” pungkas Firman.(*)

6 Juli 2026
Pati, Kota; Harga daging sapi kini bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada pada angka Rp135 ribu…


