Pertandingan Piala Soeratin 2025 U-15 antara Safin FA dan Bintang FC berlangsung panas dengan sejumlah insiden kontroversial. Kedua tim sama-sama melayangkan protes terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan.
Bintang FC merasa keputusan wasit berat sebelah, terutama pada beberapa pelanggaran yang berujung kartu merah untuk mereka. Pelatih Rudi Sukma menyebut kepemimpinan wasit tidak adil sehingga timnya memutuskan menghentikan permainan sejenak.
“Kami sudah bermain bagus, tapi keputusan-keputusan itu membuat peluang menang nyaris mustahil,” ujar Rudi Sukma. Ia menegaskan aksi protes dilakukan untuk melindungi pemain dari potensi cedera yang mengganggu masa depan karier mereka.
Sementara itu, Pelatih Safin FA Puyol Supriyanto mengakui timnya juga beberapa kali dirugikan keputusan wasit. Ia mencontohkan insiden pelanggaran di kotak penalti yang membuat pemainnya cedera ligamen.
“Saya juga protes, tapi tidak berlebihan karena menjaga sikap sportif,” kata Puyol.
Menurutnya, mendidik pemain muda untuk tetap respect pada wasit adalah bagian penting pembentukan karakter.
Laga yang sempat terhenti akhirnya kembali dilanjutkan, namun Bintang FC bermain pasif hingga Safin FA menambah gol. Pertandingan berakhir dengan skor telak 8-0 untuk kemenangan Safin FA.
Bintang FC Rembang akan mengumpulkan bukti sebelum mengajukan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI. Panitia dan pengawas pertandingan memilih tidak memberikan keterangan terkait kontroversi yang terjadi dalam laga tersebut.(Agus Pambudi)

6 Juli 2026
Pati, Kota; Harga daging sapi kini bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada pada angka Rp135 ribu…


