pasfmpati.com, Pati Trangkil ; Laga 16 besar Piala Suratin U-15 antara Bintang FC Rembang melawan Safin FC Pati diwarnai ketegangan. Tim Bintang FC menuding kepemimpinan wasit tidak netral dan merugikan mereka sepanjang pertandingan.
Pelatih Bintang FC, Rudi Sukma, mengatakan timnya tampil percaya diri di awal laga dan mampu mengimbangi permainan lawan. Namun, rangkaian pelanggaran yang menguntungkan Safin FC memicu kekecewaan dan amarah dari para pemain.
“Kami bermain bagus, tapi pelanggaran yang jelas malah berujung kartu merah untuk kami,” ujar Rudi Sukma. Ia menambahkan, keputusan-keputusan wasit sejak pertengahan babak kedua membuat peluang timnya untuk menang semakin kecil.
Ketegangan memuncak ketika pemain dan pelatih Bintang FC memilih meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Bahkan, mereka sempat meminta pergantian wasit sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
“Kepemimpinan wasit sangat kurang bagus, dan kami khawatir pemain cedera,” tegas Rudi. Menurutnya, aksi protes dilakukan untuk melindungi masa depan karier para pemain muda.
Meski laga dilanjutkan, Bintang FC enggan bermain agresif dan tidak berupaya merebut bola. Kondisi ini dimanfaatkan Safin FC untuk menambah gol hingga menutup pertandingan dengan skor 8-0.
Rudi menyebut pihaknya tengah mengumpulkan bukti untuk melayangkan protes resmi kepada Komisi Disiplin PSSI. Sementara itu, pengawas dan panitia pertandingan enggan memberikan komentar terkait kontroversi yang terjadi dalam laga ini.(*)

6 Juli 2026
Pati, Kota; Harga daging sapi kini bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada pada angka Rp135 ribu…


