JMPPK Desak Pemerintah Tutup Tambang di Kendeng

pasfmpati.com, Kota ; Ratusan petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) kembali menyuarakan aspirasi mereka di Pati. Mereka menegaskan aksi ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional sebagai momentum memperjuangkan hak petani.
Koordinator JMPPK Gunretno menjelaskan aksi tersebut diikuti berbagai elemen tani, termasuk Serikat Petani Pati dan kelompok tani hutan. Menurutnya, tuntutan mencakup persoalan perhutanan sosial, konflik tanah, hingga masalah penambangan di kawasan Kendeng.
“Ada empat tambang yang telah dinyatakan berizin, tetapi belum jelas sejauh mana kewajibannya dipenuhi. Kami sudah menanyakan ke pihak terkait, namun hingga kini belum ada jawaban resmi yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Gunretno.
Gunarto menambahkan JMPPK memberi tenggat 14 hari kepada pemerintah daerah untuk menutup tambang bermasalah. Penutupan terutama diminta untuk galian di wilayah Sukolilo dan Kayen yang dinilai merusak lingkungan.
“Kajian lingkungan menunjukkan keberadaan tambang hanya menambah kerugian masyarakat, termasuk kekeringan dan banjir. Petani semakin sulit bercocok tanam karena lahan tidak lagi mampu menyerap air sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Usai berdialog dengan perwakilan JMPPK, Bupati Pati Sudewo langsung masuk ke ruang kerjanya tanpa komentar lebih lanjut. Ia belum berkenan diwawancarai sejumlah wartawan yang sejak awal telah menunggu di luar ruangannya.(Agus Pambudi)

Kontributor :

September 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial