Dampak Program MBG Masih Membayangi Harga Telur di Pasar Tradisional Pati

Pati, Selasa 7 Juli 2026 – Dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terasa terhadap pergerakan harga telur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pati. Meski program tersebut telah berkurang, harga telur belum sepenuhnya stabil dan bahkan menunjukkan perbedaan di beberapa pasar, seperti Pasar Puri Baru dan Pasar Rogowongso.
Di Pasar Puri Baru, harga telur saat ini mencapai Rp21.500 per kilogram setelah mengalami kenaikan bertahap dalam tiga hari terakhir. Sementara itu, di Pasar Rogowongso, telur dijual Rp22.000 per kilogram dengan harga yang relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.
Pedagang menilai perubahan harga ini masih berkaitan dengan perubahan pola permintaan dan distribusi pasca-program MBG. Saat program berjalan, kebutuhan telur dalam jumlah besar sempat mendorong harga melonjak. Namun setelah permintaan dari program menurun, harga sempat anjlok sebelum kembali bergerak naik mengikuti kondisi pasar.
Yanti, pedagang telur di Pasar Puri Baru, mengatakan harga telur naik dari Rp20.500 menjadi Rp21.500 per kilogram hanya dalam tiga hari terakhir. “Telur gaada yang stabil, naik sedikit 3 hari yang lalu Rp.20.500. Sekarang Rp.21.500,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, setelah permintaan dari Program MBG berkurang, harga telur pernah turun drastis dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.”Setelah gaada MBG kemarin turunnya drastis, dari Rp.30.000 sampai turun menjadi Rp.20.000,” tambahnya.
Sementara itu, Watini, pedagang telur di Pasar Rogowongso, mengatakan harga jual telur saat ini berada di angka Rp22.000 per kilogram dengan harga kulakan sekitar Rp21.000 per kilogram.
Menurutnya, stabilnya harga di tingkat pedagang dipengaruhi pasokan dari peternak yang kehilangan pembeli tetap setelah permintaan untuk Program MBG berkurang. Kondisi tersebut membuat sebagian peternak menjual telur dengan harga lebih rendah agar stok tetap terserap pasar. “Telur murah itu berasal dari peternak yang sudah tidak memiliki pembeli tetap setelah pasokan untuk MBG berkurang. Mereka menjual antara Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram supaya tetap laku,” ujarnya.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa dampak perubahan permintaan akibat Program MBG masih memengaruhi dinamika harga di pasar tradisional, meskipun kondisi pasokan telur secara umum tetap tersedia.(Tim Liputan PPL Mahasiswa UIN Sunan Kudus)

Kontributor :

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial