pasfmpati.com, Kota ; Meskipun angka kebakaran menunjukkan tren menurun, musibah akibat si jago merah masih menjadi ancaman serius bagi warga Pati. Pemicu utama kebakaran seringkali luput dari perhatian, menjadikannya risiko laten.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Pati, Wahyu Widyatmoko, mengungkapkan data terkini. Tercatat 55 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga September 2025. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024.
Wahyu menuturkan, penurunan ini disebabkan oleh dua faktor krusial. Kondisi cuaca yang tidak terlalu panas seperti tahun-tahun sebelumnya menjadi salah satu sebab. Selain itu, kesadaran masyarakat telah meningkat dalam hal antisipasi.
Pihak Damkar Pati tidak berhenti berupaya menekan angka kebakaran. Mereka gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga ke berbagai desa. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman risiko kebakaran.
Berdasarkan data investigasi, penyebab utama dari 55 kasus tersebut adalah korsleting listrik. Wahyu menjelaskan korsleting sering terjadi saat kondisi cuaca lembap. Kelengahan masyarakat terhadap instalasi listrik menjadi pemicu utamanya.
“Dari 55 kejadian yang menempati penyebab utama adalah korsleting listrik. Karena memang korsleting listrik ini agak berbeda dengan penyebab yang lain,” ujar Wahyu Widyatmoko. “Di saat kondisi lembap itu biasanya sering terjadi disebabkan korsleting listrik, hal ini seringkali terabaikan.”
Untuk itu, Damkar Pati mengimbau warga lebih waspada terhadap penggunaan listrik. Mereka juga telah menyebarkan surat edaran berisi imbauan preventif. Langkah ini dilakukan agar masyarakat bisa menghindari hal-hal yang berpotensi memicu kebakaran.(*)

Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antar kelompok pemuda Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kab Pati. Petugas…


