pasfmpati.com, Kota ; Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat capaian temuan kasus tuberkulosis (TBC) baru mencapai 55 persen. Angka tersebut masih jauh dari target tahunan 2025 sebesar 90 persen sesuai indikator nasional.
Ketua Tim P2PM Dinkes Pati, Yanti, menyebut seharusnya capaian pada bulan September sudah menyentuh 67 persen. “Namun faktanya capaian baru 55 persen sehingga perlu evaluasi serius demi mengejar ketertinggalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah kendala, salah satunya skrining TBC belum optimal karena banyak tidak memenuhi ketentuan pemeriksaan. “Selain itu, kesadaran masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan juga masih tergolong rendah,” katanya.
Dinkes Pati pun menggelar koordinasi lintas sektor bersama kader kesehatan melalui program Gerakan Masyarakat Memberantas TBC (Gemati). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus, capaian pengobatan, dan pencegahan penularan.
Yanti menegaskan bahwa keberhasilan pengobatan pasien TBC di Kabupaten Pati saat ini mencapai 84 persen. “Meski cukup baik, angka ini tetap harus ditingkatkan agar penularan ke orang lain bisa ditekan,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat lebih peduli untuk melakukan pemeriksaan dini serta mendukung terapi pencegahan TBC bagi kontak serumah. “Semakin banyak pasien ditemukan dan diobati, semakin rendah risiko penularan kepada orang lain,” jelas Yanti.(*)

Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antar kelompok pemuda Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kab Pati. Petugas…


