pasfmpati.com, Juwana ; Program Sekolah Lansia hadir sebagai inovasi sosial yang mengubah cara pandang terhadap proses menua secara positif.
Melalui pembelajaran terpadu, lansia diajak tetap sehat, produktif, dan bahagia agar mampu berkontribusi bagi masyarakat.
Sebanyak lima puluh lansia Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana resmi meraih gelar Sarjana Lansia Tangguh melalui prosesi layaknya wisuda sekolah formal.
Penghargaan ini menjadi pengakuan terhadap semangat belajar para lansia yang mengikuti pendidikan dengan disiplin dan antusias.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Lansia Berdaya (SIDAYA) yang digagas pemerintah untuk menciptakan lansia mandiri.
Melalui Sekolah Lansia, peserta rutin mendapatkan penyuluhan kesehatan, senam, pemeriksaan medis, dan pembinaan sosial terstruktur.
Ketua Dinsos P3AKB Pati, Dr Aviani Tritanti Venusia menjelaskan telah berdiri empat Sekolah Lansia di berbagai kecamatan.
“Berbagai kegiatan dilakukan agar lansia tetap produktif, merasa senang, dan menjalani hidup dengan penuh makna,” ujarnya.
Salah satu wisudawati, Sulimah (74), mengaku bahagia mengikuti kelas Sekolah Lansia setiap tanggal dua belas setiap bulan.
“Bagi saya ini bermanfaat karena memperoleh pengetahuan kesehatan serta kesempatan bersosialisasi dengan lansia lain secara rutin,” jelasnya.
Gelar Sarjana Lansia Tangguh menjadi simbol bahwa usia bukan batasan untuk terus berkembang dalam ruang yang inklusif.
Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemberdayaan lansia adalah investasi sosial penting demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan berdaya.(*)

Polsek Sukolilo berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antar kelompok pemuda Desa Wegil dan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kab Pati. Petugas…


