pasfmpati.com, Winong; Keberhasilan panen padi di wilayah Pati kali ini menonjol bukan hanya pada angka produksi, tetapi pada perubahan cara bertani. Pendekatan pemupukan berimbang mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan hasil di tingkat petani.
Kegiatan panen di Kecamatan Winong memperlihatkan produktivitas lahan yang melampaui rata-rata capaian musim tanam sebelumnya. Petani setempat merasakan langsung perbedaan pertumbuhan tanaman sejak fase awal tanam hingga masa pengisian bulir.
Pemerintah daerah menilai capaian tersebut lahir dari pendampingan teknis yang konsisten serta pengawalan distribusi sarana produksi pertanian. Pola komunikasi antara penyuluh dan kelompok tani juga disebut semakin efektif dalam memastikan anjuran diterapkan di lapangan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut peningkatan produksi tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pembelajaran bersama petani. “Kami fokus pada praktik budidaya yang tepat, mulai pengolahan tanah, pemupukan, sampai pengendalian hama terpadu,” ujarnya usai kegiatan panen.
Dukungan dari pemerintah pusat turut memperkuat langkah daerah dalam menjaga stabilitas produksi pangan. Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai kolaborasi pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menjaga optimisme petani.
Menurut Firman, penggunaan pupuk tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada bahan kimia, melainkan dikombinasikan dengan unsur organik. Ia menilai pola tersebut dapat menjaga kesuburan tanah sekaligus menekan biaya produksi dalam jangka panjang.
Selain aspek teknis, perhatian juga diarahkan pada skema subsidi agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada pengelola lahan. Kebijakan berbasis luas garapan dinilai mampu mendorong produktivitas tanpa menimbulkan ketimpangan akses bantuan.
Panen kali ini memperlihatkan bahwa transformasi pertanian tidak selalu bergantung pada perluasan lahan baru. Optimalisasi teknologi budidaya dan tata kelola input justru menjadi kunci menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan di daerah.(*)


