Pati, Kota; Lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha mendorong peningkatan penjualan sapi peternak Kabupaten Pati secara signifikan nasional. Pedagang sapi asal Kecamatan Winong mencatat penjualan harian meningkat berlipat dibandingkan transaksi pada hari biasa sebelumnya.
Peternak sekaligus pedagang sapi asal Desa Klecorenggonang, Halim, menyebut permintaan mulai melonjak sejak memasuki bulan Dzulhijjah tahun ini.
“Penjualan harian sekarang mencapai sembilan hingga sepuluh ekor, sedangkan sebelumnya hanya dua sampai tiga ekor,” ujar Halim.
Halim menjelaskan mayoritas pembeli berasal dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat perkotaan.
“Permintaan terbesar datang dari Tangerang, Cikarang, Purwakarta, serta beberapa wilayah sekitar Jabodetabek,” tambah Halim kepada wartawan kemudian. Meningkatnya permintaan turut memicu kenaikan harga sapi pada seluruh kategori bobot hidup ternak kurban menjelang Iduladha tahun ini.
Harga sapi ukuran besar berbobot enam ratus kilogram kini mencapai Rp45 juta setelah mengalami kenaikan bertahap signifikan sebelumnya. Halim menilai konsumen perkotaan cenderung memilih sapi berukuran besar karena kebutuhan prestise dan kapasitas kurban komunitas masyarakat.
“Kawasan elit lebih banyak mencari sapi besar, sementara daerah lain cenderung memilih kategori sapi ukuran sedang,” jelas Halim.
Pedagang memperkirakan akhir pekan sebelum Iduladha menjadi momentum puncak transaksi penjualan hewan kurban tahun 2026 mendatang. Kondisi tersebut menunjukkan sektor peternakan lokal tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat menjelang perayaan keagamaan nasional tahunan.(*)

Pati, Kota; Lonjakan permintaan hewan kurban menjelang Iduladha mendorong peningkatan penjualan sapi peternak Kabupaten Pati secara signifikan nasional. Pedagang sapi…


