Pati, Margorejo; Perubahan perilaku dan masa depan anak-anak keluarga prasejahtera menjadi sorotan dalam Open House Sekolah Rakyat Kabupaten Pati. Kegiatan peringatan satu tahun program tersebut memperlihatkan dampak nyata pendidikan berasrama bagi peserta didik.
Puluhan orang tua datang langsung ke Aula Sekolah Rakyat Sentra Margo Laras Pati untuk melihat perkembangan anaknya. Mereka menyaksikan lingkungan belajar, fasilitas asrama, serta berbagai aktivitas pembinaan yang dijalankan setiap hari.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi pemerataan pendidikan bagi kelompok rentan masyarakat. Program tersebut memberikan pendidikan gratis sekaligus menjamin kebutuhan dasar siswa selama menempuh proses pembelajaran.
Rukayani, warga Desa Pagerharjo, mengaku merasakan perubahan besar pada anaknya setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Menurutnya, karakter dan kemandirian anak berkembang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti program tersebut.
“Sekarang anak saya lebih rajin membantu orang tua dan sudah mandiri dibandingkan sebelumnya,” ujar Rukayani. Ia menilai pola pembinaan yang diterapkan sekolah mampu membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pendidikan tanpa biaya, keluarga peserta juga memperoleh pendampingan sosial dan pemberdayaan ekonomi melalui program pemerintah. Pendekatan tersebut dinilai penting karena menyentuh persoalan pendidikan sekaligus kondisi ekonomi keluarga peserta.
Pengalaman serupa dirasakan Ngadi, warga Kecamatan Jakenan, yang anaknya menempuh pendidikan pada jenjang SMP Sekolah Rakyat. Ia melihat perubahan perilaku dan peningkatan kemampuan sosial anak sejak tinggal di lingkungan sekolah.
“Anak saya sekarang semakin banyak pengalaman dan rajin mengaji setelah mengikuti pendidikan di sini,” katanya. Ngadi berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan serupa.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan Sekolah Rakyat telah melampaui ekspektasi pemerintah daerah sejak mulai beroperasi. Menurutnya, kualitas layanan pendidikan, fasilitas, serta pemenuhan kebutuhan siswa berjalan sangat baik dan terukur.
“Program ini sangat luar biasa, fasilitasnya lengkap, lingkungannya bersih, dan anak-anak merasa seperti di rumah,” ujarnya. Ia menambahkan seluruh peserta memperoleh tiga kali makan, makanan ringan, serta pendampingan karakter setiap hari.
Chandra menjelaskan Sekolah Rakyat memberikan kesempatan setara bagi anak-anak dari keluarga desil satu untuk berkembang. Para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga penguatan agama dan pengembangan keterampilan pendukung.
Menurutnya, kemampuan akademik siswa Sekolah Rakyat tidak tertinggal dibandingkan sekolah umum pada jenjang yang sama. Bahkan sejumlah peserta mulai menunjukkan kemampuan berbahasa asing melalui pembelajaran yang diberikan sekolah.
“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab serta mengikuti pembelajaran yang sangat baik,” katanya. Capaian tersebut menunjukkan latar belakang ekonomi bukan penghalang untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Tingginya kepercayaan masyarakat terlihat dari kuota jenjang SMP yang telah terisi penuh sebanyak 190 siswa. Sementara itu, kuota jenjang SMA juga telah terpenuhi sebanyak 90 siswa untuk tahun ajaran berjalan.
Pemerintah Kabupaten Pati saat ini juga menyiapkan pengembangan Sekolah Rakyat baru di wilayah Tlogowungu. Progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 85 persen dan segera memasuki tahap operasional.
Open House satu tahun Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pendidikan inklusif mampu mengubah karakter, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka harapan baru bagi keluarga miskin di Kabupaten Pati.
Program tersebut menjadi bukti bahwa akses pendidikan berkualitas dapat menjadi jalan efektif memutus rantai kemiskinan antargenerasi.(*)

20 Juni 2026
Pati, Kota; Dunia tahun ini. Mereka mendonorkan darah untuk membantu sesama yang diselenggarakan di Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati, Sabtu,…


