Jejak Sejarah Pintu Bajang Ratu Warisan Peradaban Majapahit

Pati, Margorejo; Pintu Bajang Ratu di Kabupaten Pati menyimpan kisah sejarah panjang yang terus diwariskan melalui penuturan juru kunci kepada masyarakat dan pengunjung. Berikut laporan mengenai asal-usul Pintu Bajang Ratu yang diyakini menjadi peninggalan Majapahit serta perjalanan sejarahnya hingga berada di lokasi sekarang.
Pintu Bajang Ratu di Kabupaten Pati menjadi salah satu situs bersejarah yang terus menarik perhatian masyarakat karena menyimpan cerita turun-temurun. Keberadaan situs tersebut diyakini berkaitan dengan perjalanan sejarah runtuhnya Kerajaan Majapahit menuju berkembangnya Kesultanan Demak.
Juru kunci Pintu Bajang Ratu, Budi Santoso, mengatakan cerita sejarah situs tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Menurutnya, kisah itu bermula ketika terjadi peperangan yang melibatkan pasukan Demak dan Majapahit hingga menyisakan Pintu Bajang Ratu.
“Kerajaan Majapahit dihancurkan rata dengan tanah, tetapi pintu yang namanya Bajang Ratu itu tidak bisa dihancurkan, sehingga masih berdiri sampai sekarang,” kata Budi Santoso. Ia menjelaskan bangunan tersebut kemudian menjadi peninggalan penting yang terus dijaga sebagai bagian dari sejarah masyarakat setempat.
Budi Santoso menuturkan perjalanan Pintu Bajang Ratu juga berkaitan dengan kisah Sunan Muria, Dewi Satari Putri Adipati Menggolo, serta Raden Bambang Kebun Nyabrang. Kisah tersebut menjelaskan proses perpindahan Pintu Bajang Ratu dari kawasan Muria hingga melahirkan sejumlah nama tempat yang masih dikenal masyarakat.
“Pintu yang sekarang masih berdiri itu bekas Kerajaan Majapahit, lalu diboyong Raden Bambang Kebun Nyabrang dari Gunung Muria hingga akhirnya berada di sini,”ujar Budi Santoso. Ia menambahkan cerita tersebut masih sering disampaikan kepada pelajar, mahasiswa, dan para pengunjung yang datang ke lokasi.
Sebelum pandemi COVID-19, Pintu Bajang Ratu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah bahkan hingga Papua, Aceh, dan luar negeri untuk mendengarkan kisah sejarahnya. Pelestarian situs bersejarah tersebut diharapkan terus dilakukan agar warisan budaya dan sejarah lokal tetap terjaga bagi generasi mendatang.(Tim Liputan UIN Kudus)

Kontributor :

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial