Pati, Kota; Pemotongan pohon kering dilakukan pada Kamis pagi, 2 Juli 2026, di depan pintu keluar Pasar Puri Baru, Kabupaten Pati, untuk mencegah risiko tumbang yang membahayakan pengguna jalan.
Koordinator lapangan, Marsidi, menjelaskan pohon tersebut ditebang karena kondisinya mati dan kering selama beberapa waktu. Ia menegaskan langkah itu menjadi upaya cepat mengurangi potensi kecelakaan akibat pohon tumbang mendadak.
“Pohon ini dipotong karena sudah mati, mati dan kering dan membahayakan pengguna jalan. Yang kedua, kita mengantisipasi karena sering terjadi ada pohon tumbang, makanya itu kita istilahi sigap untuk penanganan pohon yang kering-kering dulu terutama,” ujar Marsidi.
Menurut Marsidi, tim bergerak atas instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup untuk mempercepat penanganan pohon rawan tumbang. Ia menyebut kejadian pohon tumbang sebelumnya sempat menimpa kendaraan besar di jalur Pantura Pati-Juwana sehingga perlu antisipasi.
Warga sekitar sekaligus pemilik toko Hidayah Plastik, Suprianto, mendukung pemotongan pohon karena melihat kondisinya sudah kering sejak lama. Ia menilai langkah cepat petugas penting untuk menjaga keselamatan pengendara yang melintas di kawasan pasar.
“Kalau tidak dipotong, bisa kan membahayakan kendaraan yang lewat. Kalau kejadian sih belum. Karena itu sudah kering, jadi secepatnya dipotong, itu kering sudah sekitar satu bulanan. ” kata Suprianto.
Langkah penanganan pohon mati dan kering ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat pengguna jalan.(Tim Liputan PPL Mahasiswa UIN Sunan Kudus).

2 Juli 2026
Pati, Kota; Pemotongan pohon kering dilakukan pada Kamis pagi, 2 Juli 2026, di depan pintu keluar Pasar Puri Baru, Kabupaten…


