Pati, Kota; Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Mengusung tema “Berbagi itu Indah, Setetes Air Demokrasi untuk Harapan Bangsa”, aksi sosial ini menyasar dua desa yang mengalami krisis air.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto, menjelaskan bahwa bantuan air bersih dipusatkan di Desa Mojoluhur dan Desa Ronggo, Kecamatan Jaken. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata lembaganya terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga menjadi salah satu wujud nyata bahwa nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh dan dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Supriyanto.
Dampak kekeringan dirasakan berat oleh warga setempat. Nyamini, salah seorang warga Desa Ronggo, mengungkapkan bahwa sumur-sumur warga telah mengering sejak tiga bulan terakhir. Tanpa adanya bantuan, warga terpaksa harus menempuh jarak jauh atau merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan air.
“Sumur-sumur kami kering, Mas. Kalau tidak ada bantuan, warga terpaksa mencari air ke desa tetangga yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Sebagian warga juga harus membeli air galon dengan harga Rp1.500 per galon. Untuk kebutuhan sehari-hari, rata-rata kami membutuhkan sepuluh galon,” keluhnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Bawaslu Kabupaten Pati berharap tidak hanya sekadar meringankan beban warga yang kekurangan air bersih, tetapi juga mampu menginspirasi tumbuhnya solidaritas sosial dan kepedulian antarsesama di tengah masyarakat. (agp)

29 Oktober 2026
Pati, Kota; Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Mengusung tema “Berbagi…

