pasfmpati.com, Pati Kota: Pemerintah Kabupaten Pati, mengadaan rapat koordinasi penanganan kemiskinan ekstrim. Rakor tersebut melibatkan para camat dan instansi terkait lainnya di Pendopo Kabupaten Pati Senin, (04/3/2024).
Usai rapat, Sekda Pati Jumani mengatakan pada 2023 ada sebanyak 10 ribu lebih warga Pati yang masuk daftar kemiskinan ekstrem. Pasa 2024 ini, jumlahnya berkurang hanya tinggal sebanyak 3.600an.
“Secara persentase tinggal 0,35 dari jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Pati,” tutur Jumani.
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan dalam upaya penurunan kemiskinan ekstrem perlu kerjasama semua pihak. Kerjasama itu tentu bisa dibangun bersama perusahaan-perusahaan di daerah.
“Termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di sini, yang belum kita undang. Namun tentunya dengan kerja keras kita semua bisa masuk dalam rangka menekan menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” kata Pj Bupati Henggar.
Pada kesempatan yang sama Pj Bupati Pati melounching aplikasi Sistem Informasi Akselerasi Penanganan Kemiskinan Ekstrim (SIAPKE). Aplikasi ini, sebagai kontrol untuk membantu program pemerintah penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pati.(Jenny dan Widia Dharma mahasiswa PPL STABN Raden Wijaya melaporkan kabar baru PAS Pati)

Pati, Kota; Pemerintah Kabupaten Pati menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.10.7.2/14/2026 tentang pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Kebijakan tersebut bertujuan menjamin ketersediaan…


