pasfmpati.com, Pati Margorejo: Pemerintah Kabupaten Pati megikuti rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui zoom metting, Rabu (13/3/2024). Rakor bersama Inspektur Jendral Kementrian dalam Negeri itu membahas tentang perkembangan inflasi.
Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mengatakan, posisi terakhir posisi inflasi Kabupaten Pati untuk indeks perkembangan harga mengalami penurunan.
“Untuk indeks perkembangan (IPH) harga turun menjadi -1,32, kalau minggu lalu 4,3 jadi mengalami penurunan yang sangat luar biasa. Hampir di seluruh wilayah, beras, minyak goreng, telur ayam ras dan daging mengalami kenaikan harga,” tutur Henggar Budi Anggoro
Kondisi di Kabupaten Pati sudah mulai stabil dan turun, setelah pemkab mengambil kebijakan yang langsung dapat dirasakan masyarakat. Ini harus diupayakan agar tidak terjadi sampai hari besar keagamaan nasional justru harga-harga malah naik.
“Memang di minggu kemarin dilakukan operasi pasar yang digelar selama 2 hari, Rabu dan Kamis di Alun-Alun Kembangjoyo. Total target kita bisa melakukan operasi pasar sebanyak 5000 paket, sudah terlaksana dengan baik, sehingga PH kita di minggu ini mencapai -1,32,” kata Pj Bupati Henggar Budi Anggoro.
Perkembangan harga beras saat ini, untuk jenis medium Rp15.500, dan beras medium Rp14.500. Penyebab inflasi terjadi, karena permintaan yang bertambah, sementara stok barang berkurang, atau kenaikan harga di sektor tertentu. (Lisa Mulyowati Mahasiwa PPL STABN Raden Wijaya Wonogiri melaporkan kabar baru PAS Pati.)

Pati, Kota; Pemerintah Kabupaten Pati menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.10.7.2/14/2026 tentang pengawasan distribusi LPG bersubsidi. Kebijakan tersebut bertujuan menjamin ketersediaan…


