pasfmpati.com, TechnoGreen: Pohon winong, atau dikenal dengan nama ilmiah *Tetrameles nudiflora*, merupakan spesies pohon yang tersebar di berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, pohon ini memiliki beberapa nama lokal, seperti binong atau binung (Sunda), winong (Jawa), kayu tabu (Palembang), dan mengkundor (Melayu) .
Pohon winong dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 50 meter dengan diameter batang mencapai 2 meter. Batangnya tegak lurus tanpa cabang hingga ketinggian sekitar 30 meter, dengan kulit batang yang halus. Salah satu ciri khasnya adalah akar papan yang menjalar di permukaan tanah, memberikan tampilan yang megah dan kokoh. Daunnya berbentuk hati dengan tepi bergerigi, berukuran panjang 10-26 cm dan lebar 9-20 cm .
Pohon winong umumnya ditemukan di hutan hujan tropis dan hutan gugur dataran rendah hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Selain di Indonesia, pohon ini juga tersebar di negara-negara seperti Australia, Bangladesh, Bhutan, China, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Sri Lanka, Kamboja, Thailand, dan Vietnam .
Masyarakat di beberapa daerah memanfaatkan pohon winong dalam praktik kearifan lokal. Misalnya, di Desa Sungai Langka, pohon winong ditanam di sekitar mata air sebagai upaya konservasi dan pelestarian sumber air. Tradisi ini merupakan bagian dari gotong royong masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Penelitian mengenai sifat fisika dan mekanika kayu winong telah dilakukan untuk menentukan potensi pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu winong memiliki berat jenis dasar rata-rata 0,30 dan kadar air segar 121,77%. Penyusutan dari keadaan segar ke kering tanur pada arah longitudinal sebesar 0,28%, radial 2,56%, dan tangensial 4,56%. Sementara itu, keteguhan lengkung statik pada tegangan batas proporsi, MOR, dan MOE berturut-turut sebesar 339,38 kg/cm², 551,61 kg/cm², dan 69.845 kg/cm².
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), pohon winong dikategorikan sebagai spesies dengan risiko rendah (Least Concern). Namun, populasi pohon ini diyakini semakin menurun, sehingga upaya konservasi dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan kelestariannya .
Dengan berbagai karakteristik dan manfaat yang dimilikinya, pohon winong merupakan salah satu kekayaan hayati yang perlu dilestarikan dan diteliti lebih lanjut untuk pemanfaatan yang berkelanjutan.(Dihimpun dari berbagai sumber)

28 Mei 2026
Pati, Kota; Anggota DPR RI Firman Soebagyo menanggapi sorotan publik tentang melemahnya fungsi pengawasan dewan akhir-akhir ini. Menurutnya, DPR tetap…


