pasfmpati.com, Pati Kota ; Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkap pola baru mobilisasi massa yang melibatkan anak-anak sekolah. “Mereka disinyalir digerakkan kelompok tertentu untuk aksi anarki, termasuk perusakan dan pembakaran fasilitas umum,” ujarnya.
Ia menegaskan indikasi keberadaan geng sekolah juga ditemukan di wilayah Pati dan menjadi perhatian serius kepolisian. “Ada indikasi geng sekolah akan dimanfaatkan untuk aksi serupa, dan pola ini sudah terdeteksi,” katanya.
Polresta Pati segera mengambil langkah mitigasi dengan melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di tingkat SMA, SMP, hingga SMK. “Kami lakukan edukasi agar anak-anak tidak ikut terprovokasi dan tetap fokus pada kegiatan belajar,” jelasnya.
Menurut Jaka Wahyudi, keterlibatan aparat sejak dini diharapkan mampu mencegah munculnya potensi aksi anarkis. “Sejak pagi, polisi hadir di sekolah untuk memberikan pemahaman dan ajakan menjaga ketertiban bersama,” ungkap Kapolresta Pati.
Ia juga menyebut sejumlah lokasi strategis di Pati kini menjadi fokus pengamanan aparat. “Berdasarkan pengalaman di kota lain, fasilitas umum rawan disasar massa dan wajib kita amankan,” tegasnya.
Polresta Pati memastikan upaya pencegahan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan masyarakat serta lembaga pendidikan. “Keamanan wilayah bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen,” pungkas Kombes Pol Jaka Wahyudi.(*)

6 Juli 2026
Pati, Kota; Harga daging sapi kini bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada pada angka Rp135 ribu…


