Pati, Margoyoso; Kine Fest 2026 berthema ‘Sinema Anak Bangsa’ menjadi ajang kompetisi film bagi pelajar dan mahasiswa berbagai daerah. Festival tahunan Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) IPMAFA itu kembali membuka ruang apresiasi 127 karya sinema anak bangsa dari berbagai kategori.
Yansen bersama Tim Samudra Film, berbagi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi film tersebut. Meski belum meraih juara, dengan karya Nyanyian di Angkringan, kategori pelajar, dia mengaku mendapat pengalaman baru dan pelajaran berharga dari festival itu.
“Ini termasuknya sih pertama kali first time festival jadi kita pertama kali yang ngunjungin acara baru ini doang kinefest yang sebelumnya. Kalau aku belum yang proper kayak short film banget ya cuman lebih ke video lomba,”
Dia berharap untuk kedepannya akan lebih bersemangat untuk meraih yang terbaik dan juara dengan mengikuti berbagai submit festival lagi, dan pasti menemukan jalannya.
Ketua HMPS KPI IPMAFA, Ahmad Ulil Albab, menyebut jumlah karya tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Ia menilai peningkatan itu menunjukkan minat generasi muda terhadap dunia perfilman semakin berkembang.
“Alhamdulillah tahun ini yang paling rame, yang pendaftarnya Sampai 127 Tahun kemarin itu cuma 46. Harapannya untuk Kine Fest ini semoga bisa lebih baik lagi dan bisa tambah besar lagi,” ujar Ahmad.
Kine Fest 2026 terus memperkuat ruang kreatif bagi sineas muda melalui karya yang bersaing secara sehat.(Tim Liputan Mahasiswa UIN Sunan Kudus)

1 Juli 2026
Pati, Margoyoso; Kine Fest 2026 berthema ‘Sinema Anak Bangsa’ menjadi ajang kompetisi film bagi pelajar dan mahasiswa berbagai daerah. Festival…


