Pati, Kota; Pekan Kreasi Pati 2026 resmi dibuka di kawasan Alun-Alun Simpang Lima Kabupaten Pati, Sabtu malam Minggu, 1 Agustus 2026. Acara ini bertepatan dengan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Pati ke-703 dan malam puncak Grand Final Duta Wisata.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 150 stan yang diikuti dinas instansi pemerintahan, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi setempat. Instansi yang berpartisipasi meliputi imigrasi, BPN, BULOG, Pegadaian, BSI, BRI, hingga Universitas Terbuka sebagai pendukung pendidikan masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut menampilkan pertunjukan musik dari musisi lokal serta kelompok kesenian tradisional Kabupaten Pati yang meriah. Sebanyak 30 penari muda tampil setelah mengikuti lokakarya tari singkat yang berlangsung sehari penuh di lokasi acara.
Ketua KEK Pati Asep Iqbal Syamsul Bilad menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan enam unsur ekosistem ekonomi kreatif daerah. Ia menyebut kolaborasi tersebut melibatkan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, media, komunitas, dan lembaga keuangan secara berkesinambungan penuh.
“Fokus kami adalah menyatukan ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, media, komunitas, dan lembaga keuangan. Ekosistem tersebut membuat seluruh pergerakan ekonomi, mulai dari UMKM hingga pemerintahan, dapat berjalan secara bersama-sama dengan lancar,” ujarnya.
Sebanyak 12 dari 21 subsektor ekonomi kreatif ikut memeriahkan pameran yang digelar di Kabupaten Pati tahun ini. Antusiasme warga terlihat dari padatnya pedagang kaki lima di Jalan Pemuda, Sitomo, dan Sudirman setiap malam hari.
Kegiatan ini turut menarik pengunjung dari luar Kabupaten Pati, seperti Semarang, Jakarta, dan Tegal beberapa hari terakhir. Sejumlah wisatawan bahkan datang dari Amerika Serikat, Palembang, dan Maluku untuk menyaksikan langsung kemeriahan acara budaya setempat.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan harapannya agar produk UMKM lokal semakin dikenal hingga internasional kelak. Ia menyebut Kabupaten Pati memiliki sejumlah produk unggulan seperti pamelo dan kopi robusta yang berpotensi besar dipasarkan.
“Dengan Pekan Kreasi Pati ini, kami berharap produk-produk UMKM lokal Pati bisa dikenal hingga internasional kelak dengan baik. Masyarakat Pati kami harapkan semakin mencintai dan menggunakan produk-produk unggulan lokal Kabupaten Pati sendiri dalam keseharian mereka,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pati berencana menjadikan Pekan Kreasi Pati sebagai agenda tahunan hingga penghujung tahun 2026 secara rutin nanti. Panitia menargetkan seluruh dampak ekonomi dari kegiatan ini akan diumumkan resmi pada penutupan tanggal 5 Agustus mendatang.(*)

3 Agustus 2026
Pati, Kota; Pemkab Pati menegaskan penyelenggaraan resmi Pekan Kreasi 2026 tidak melanggar Perda Nomor 13 Tahun 2014 tentang PKL. Pemanfaatan…

