pasfmpati.com, Pati Kota ; Suasana Kabupaten Pati pada Kamis sore begitu semarak, saat kirab boyongan menjadi puncak perayaan Hari Jadi ke-702. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan, menyambut rombongan peserta kirab dengan penuh suka cita.
Prosesi dimulai dari Genuk Kemiri, diawali pengambilan air suci oleh Kepala Desa Sarirejo bersama juru kunci setempat. Penyambutan meriah hadir lewat tarian tradisional Eka Prawira dan Bedhaya yang memukau pandangan para penonton.
Bupati Pati, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, DPRD, OPD, camat, tokoh masyarakat, hingga pelajar turut serta. Kirab ini menjadi ajang kebersamaan lintas generasi, menampilkan kekayaan tradisi dan semangat gotong royong masyarakat Pati.
Sepanjang rute dari Gemeces, Jalan Pemuda, melintasi Alun-Alun hingga Kantor Bupati, masyarakat bersorak gembira. Peserta mengenakan busana adat, membawa pusaka, serta menghadirkan prajurit simbolik dari Mojosemi, Paranggaruda, dan Carangsoka.
Kemeriahan semakin lengkap dengan pawai marching band, rombongan duta budaya, Paskibra, hingga sanggar seni dari berbagai desa. Setibanya di Pendopo Kabupaten, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Gongcik, Tari Golek Mugi Rahayu, dan peletakan pusaka.
Dalam pidato berbahasa Jawa, Bupati Sudewo menegaskan kirab ini bukan sekadar hiburan belaka. “Kirab adalah simbol perjalanan sejarah, sekaligus penghormatan kepada leluhur dan penguat identitas budaya lokal,” ujarnya.
Sebagai penutup, dilakukan penanaman pohon beringin dan selametan, memanjatkan doa bagi masa depan Pati. Warga pun pulang membawa kebanggaan, sekaligus semangat menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.(*)

6 Juli 2026
Pati, Kota; Harga daging sapi kini bertahan di kisaran Rp140 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada pada angka Rp135 ribu…


