Nelayan Pati Butuh Prakiraan Cuaca Akurat

Pati, Batangan; Ancaman cuaca ekstrem di laut utara Jawa membuat pemerintah dan legislator mendorong perluasan sekolah lapang cuaca iklim bagi nelayan Pati. Program ini dinilai mendesak untuk melindungi keselamatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ribuan nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan laut.
Anggota Komisi V DPR RI Haryanto menyampaikan sekolah lapang cuaca iklim bertujuan memberikan informasi dini kepada nelayan sebelum mereka memutuskan berangkat melaut. Ia menyebut program ini menjadi jembatan penting antara data ilmiah BMKG dengan kebutuhan praktis nelayan di lapangan setiap harinya.
Haryanto menjelaskan nelayan dahulu hanya mengandalkan perhitungan musim tradisional seperti musim kapat, musim tanem, dan musim baratan. Ia menegaskan metode tersebut kini mulai tergantikan oleh teknologi prakiraan cuaca modern yang jauh lebih akurat dan terukur secara ilmiah.
“Kalau BMKG memberikan warning cuaca ekstrem itu harus diperhatikan, dan nelayan diharapkan tidak berangkat begitu saja,” ujar Haryanto. “Kami berharap peralatan pendeteksi dini bisa dibantukan agar nelayan semakin terlindungi saat melaut,” tambahnya.
Haryanto berharap pengetahuan yang diperoleh peserta sekolah lapang tidak berhenti pada 34 nelayan yang mengikuti pelatihan tersebut. Ia meminta ilmu tersebut disebarluaskan kepada nelayan lain agar manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh wilayah pesisir Pati.
Plh Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Semarang Ana Oktavia Setiowati menjelaskan peserta menerima informasi lengkap meliputi perkiraan arus, tinggi gelombang, dan kecepatan angin di laut. Ia menambahkan seluruh data tersebut dirancang membantu nelayan merencanakan waktu melaut yang lebih aman dan menguntungkan.
Ana menyebut BMKG turut mengembangkan informasi daerah tangkapan ikan yang memudahkan nelayan menentukan lokasi melaut secara lebih efisien. Ia menegaskan metode manual pencarian ikan kini dapat digantikan dengan data akurat sehingga hasil tangkapan menjadi lebih optimal.
“BMKG saat ini sudah banyak memberikan informasi terkait cuaca dan iklim di laut kepada nelayan,” kata Ana Oktavia Setiowati. “Kami membutuhkan dukungan anggaran dari DPR agar sekolah lapang ini bisa terus dilaksanakan dan pesertanya bertambah,” ujarnya.
Ana mengungkapkan sekolah lapang cuaca iklim nelayan telah dilaksanakan secara rutin selama beberapa tahun terakhir di wilayah Pati. Ia berharap jumlah peserta pelatihan dapat ditambah agar seluruh nelayan memiliki pengetahuan cuaca dan iklim yang setara.
Kepala Dislautkan Pati Hadi Santoso menyatakan program pelatihan serupa telah terbukti membantu meningkatkan volume tangkapan ikan nelayan pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menegaskan peningkatan volume tangkapan tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan di pesisir Pati.
“Kegiatan kali ini tentu saja sangat bermanfaat untuk meningkatkan volume ikan yang mereka dapatkan,” kata Hadi Santoso. “Kita masih perlu penambahan pelatihan dan sekolah lapang karena jumlah nelayan yang tersebar di berbagai kecamatan cukup besar,” tuturnya.
Pemerintah daerah dan legislator sepakat memperluas cakupan sekolah lapang cuaca menjadi kebutuhan mendesak bagi keselamatan nelayan Pati ke depan.(*)

Kontributor :

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Berita Terbaru

  • All Posts
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Budaya
  • Hukum
  • Info
  • Kecelakaan
  • Kriminal
  • Lain-Lain
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial