Pati; Jakenan; Ribuan petani di Kabupaten Pati akhirnya bisa bernapas lega. Proses perbaikan kebocoran pada Bendungan Karet Sungai Juwana yang berlokasi di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, kini telah selesai dikerjakan. Intrusi air asin dari laut berhasil ditekan dan pasokan air tawar untuk kebutuhan irigasi dipastikan kembali.
Sudarto selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyampaikan bahwa selesainya penanganan bendungan ini akan langsung berdampak positif bagi ketahanan pangan dan pasokan air baku masyarakat sekitar.
“Sudah selesai dan kini Bendung Karet Sungai Juwana bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat di sepanjang aliran sungai. Bendung ini menyuplai air untuk kurang lebih 2.500 hektar sawah di tiga kecamatan, sehingga berhasil menyelamatkan lahan pertanian dari ancaman kekeringan panjang,” jelasnya saat meninjau lokasi penanganan.
Sudi salah seorang petani dari desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan mengungkapan ia sudah menanam padi lebih dari seminggu bersamaan dengan bocornya bendungan. Sawahnya kini teraliri air yang berasal dari Sungai Juwana.
“Ono. Pokoke angger didandhani yo apik. Pas tandhur, seminggu kliwat ape”, ungkap sudiman saat ditanya kondisi sawahnya.
Sudarto menambahkan, dengan berfungsinya kembali bendungan ini, para petani tidak perlu lagi khawatir akan ancaman gagal panen akibat krisis air tawar. Ia juga berharap masalah kekeringan ini bisa dilalui dengan baik, dan produksi hasil panen para petani di Kabupaten Pati tetap terjaga secara optimal. (Ihz))



