pasfmpati.com, Pati Kota : Komisi IV DPR RI bersama Balai Besar PP Kementan Ditjen Tanaman Pangan Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BB PPMBTPH) Kementan RI mengajak petani di daerah untuk menggunakan pengaplikasian biosaka.
“Sekarang ini, trend dunia internasional ini sudah mulai bergeser terhadap konsumsi kebutuhan-kebutuhan pangan, terutama di sektor pertanian itu adalah yang membutuhkan pupuk yang sifatnya non kimia yaitu pupuk organik. Oleh karena itu pupuk organik ini harus mulai dibudayakan dan mulai dioptimalkan pupuk organik ini menjadi salah satu kebutuhan,” demikian Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Suoebagyo, usai membuka Bimtek Peningkatan Produktifitas KomoditasTanaman Pangan Ramah Lingkungan da Aplikasi Biosaka, di Hotel New Merdeka Pati, Rabu (7/6/2023).
Penggunaan pupuk organik, kata Firman, kebutuhan dan tuntutan dunia internasional, karena selain membahayakan kesehatan, penggunaan pupuk-pupuk berbahan baku kimia mengakibatkan meningkatnya kerusakan kesuburan lahan. Sedang penggunakan pupuk organik dengan aplikasi biosaka, sebaliknya akan menyuburkan tanah, serta mampu menepis serangan hama. “Kemudian organik juga bisa meningkatkan produksi. Oleh karena itu dari beberapa hal ini sangat positif, namun tentunya biosaka ini kan menggunakan bahan baku dari alam daun-daunan dan sebagainya. Ini yang tentunya harus ada pengawalan terhadap penggunaan bahan baku itu bagaimana agar higienis tetap terjaga,” terangnya.
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menegaskan bimbingan teknik kepada petani, kelompok tani, serta penyuluh pertanian ini, agar masyarakat ketika akan memproduksi biosaka untuk kebutuhan-kebutuhan internal dan kemandirian untuk kebutuhan sendiri, tidak salah dalam pengaplikasiannya.
Usai menerima materi, para peserta bimtek, melakukan praktik langsung pembuatan Biosaka, yang dipandu oleh penemunya Prof Dr Ir Supriyadi dari UNS.(*)

2 Juli 2026
Pati, Kota; Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.…


