pasfmpati.com, Margoyoso ; Santri Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM) Kajen berhasil mencatat sejarah dalam MQK Nasional Ke-8 di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan. Kompetisi yang berlangsung pada 30 September hingga 5 Oktober 2025 itu menjadi panggung pembuktian kualitas santri asal Pati.
Untuk pertama kalinya, kontingen PIM meraih medali emas pada cabang Debat Bahasa Inggris mewakili Jawa Tengah. Tim yang beranggotakan Hilya Hilma, Viki Elok Sofyani, dan Najmah Ahlami Arwani sukses menumbangkan lawan-lawannya secara meyakinkan.
Guru Bahasa Inggris PIM, Ghufron, menilai capaian tersebut sebagai bukti kemajuan sistem pembinaan di pesantren. “Selama ini, dominasi debat bahasa Inggris cenderung dikuasai pesantren besar di kota, namun kini pesantren daerah bisa bersaing,” ujarnya Selasa (7/10/2025).
Selain emas, santri PIM bernama Fauza Alvin Rosyada turut menyumbangkan medali perunggu di cabang Fiqh-Ushul Fiqh. Keberhasilan ini turut mengokohkan posisi Jawa Tengah sebagai juara umum MQK Nasional 2025 untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Menurut Ghufron, capaian ini tidak lepas dari penguatan program bahasa asing melalui LPBA dan organisasi SACRED. “Pesantren kami berkomitmen mencetak generasi santri yang fasih berbahasa dan tangguh dalam berpikir kritis,” jelasnya.
Pelatih debat PIM, Zuli Rizal, menyampaikan bahwa kunci keberhasilan terletak pada mental kompetitif dan semangat belajar santri. “Kami selalu menekankan agar mereka enjoy the game, sebab tujuan utama tetap menimba ilmu yang bermanfaat,” katanya menutup perbincangan.(*)

Pati, Margorejo; Pegawai PPK 32 melakukan pemeliharaan rutin di Jalan Lingkar Sukokulon, Margorejo, Kabupaten Pati, untuk menjaga kondisi jalan nasional…


