pasfmpati.com, Kota; Peringatan Hari AIDS Sedunia di Pati membuka data peningkatan kasus HIV yang mengejutkan masyarakat luas akhir tahun ini. Laporan awal menunjukkan penyebaran virus semakin meluas tanpa disadari kelompok rentan hingga menciptakan kekhawatiran sosial berkepanjangan mendalam sekarang.
Menurut Penanggungjawab Prasetyo Hadi, kelompok usia produktif dua puluh sampai empat puluh tahun tercatat paling banyak terdampak berdasarkan pemantauan kesehatan selama 2025. Lonjakan signifikan terjadi pada ibu rumah tangga yang tidak menyadari risiko penularan melalui perilaku pasangan berisiko tanpa gejala.
“Berdasar data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, total ada 3.211 kasus HIV sejak 1996 hingga September 2025 di Pati. Rata rata temuan menunjukkan satu kasus baru muncul setiap hari dengan potensi peningkatan lebih tinggi kedepannya bagi masyarakat,” jelasnya.
Pendataan aksi menunjukkan sekitar seratus lima puluh ibu rumah tangga teridentifikasi positif dalam kurun satu tahun terakhir ini. Selain itu tiga puluh anak usia sekolah mendapatkan pendampingan setelah terpapar dari orangtua tanpa pengetahuan kesehatan memadai sebelumnya.
“Sosialisasi lintas komunitas dilakukan untuk memerangi stigma dan meningkatkan edukasi masyarakat mengenai HIV secara menyeluruh.
Pendekatan seni lingkungan podcast dan aksi damai membantu menjangkau kelompok rentan tanpa intimidasi ataupun diskriminasi,” kata Prasetya Hadi.
Kesadaran kolektif mengenai pencegahan HIV diharapkan tumbuh melalui kolaborasi masyarakat komunitas dan layanan kesehatan secara berkelanjutan demi Pati. Dengan gerakan edukasi terbuka masyarakat Pati didorong aktif melakukan tes dini agar risiko penularan dapat dikendalikan efektif bersama.(*)

29 Mei 2026
Pati, Kota; Ribuan massa Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) memperingati Hari Anti Tambang Nasional dengan aksi long march dari…


