pasfmpati.com, Margorejo; Desa didorong menjadi basis data kuat melalui program Desa Cinta Statistik untuk menjawab kebutuhan pembangunan presisi nasional. Program ini menempatkan desa sebagai subjek pengelolaan data agar kebijakan lebih tepat sasaran dan terukur secara konsisten.
Kepala BPS Pati Yulis Mardani menjelaskan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kualitas statistik desa dan literasi data masyarakat. Ia menegaskan desa selama ini menjadi objek permintaan data sehingga terbebani banyak aplikasi tanpa akses pemanfaatan balik.
“Desa harus memiliki data lengkap, akurat, dan valid agar mampu merencanakan pembangunan secara mandiri,” ujar Yulis Mardani.
Melalui program ini BPS membina agen statistik desa agar mampu mengelola, menyimpan, dan menyajikan data secara mandiri.
Data yang rapi dan valid diharapkan memperkuat perencanaan pembangunan, pengentasan kemiskinan, serta mitigasi bencana berbasis bukti lokal. Tiga desa percontohan dipilih yakni Babalan, Plumbungan, dan Mintobasuki karena menghadapi isu banjir dan kekeringan yang kontras.
Pemilihan tersebut bertujuan menguji penggunaan data rumah tangga untuk respons program sosial dan ekonomi pada kondisi ekstrem. Ia menambahkan integrasi satu data desa akan menyederhanakan permintaan lintas lembaga sekaligus mempercepat penyediaan informasi yang dibutuhkan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai program ini strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis data desa.
“Jika basis data desa diketahui, pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dan kebijakan pembangunan berkelanjutan menjadi lebih terarah,” katanya.
Pemerintah daerah mengajak perangkat desa memberikan data akurat serta mendukung sensus ekonomi demi kebijakan publik tepat sasaran. Dengan desa sebagai subjek statistik, arah pembangunan di Pati diharapkan presisi, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.(*)

24 April 2026
pasfmpati.com, Kota; Ketua Umum IKKP sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian dan promosi…


